Home » , » Biografi Christopher Columbus - Penjelajah Samudera Asal Italia

Biografi Christopher Columbus - Penjelajah Samudera Asal Italia

Christopher Columbus
Christopher Columbus
Potret oleh Sebastiano del Piombo 1519. 
Tidak ada gambar asli mengenai Kolumbus.
Lahir: 
Menurut en.wikipedia: sebelum 31 Oktober 1451 Genoa, Republic of Genoa (sekarang Italia) 
Menurut sumber lain: antara tanggal 22 Agustus 1451 dan 31 Oktober 1451 Genoa, Republic of Genoa (sekarang Italia) 

Meninggal : 20 Mei 1506 (umur c. 54) Valladolid, Castile Mahkota, sekarang Spanyol 

Nama lain 
Italia: Cristoforo Colombo 
Catalan: Cristofor Colom 
Spanyol: Cristóbal Colón 
Portugis: Cristóvão Colombo 
Latin: Christophorus Columbus 
Genoa: Christoffa Corombo 

Pekerjaan: Explorer Maritime (Penjelajah Maritim Takhta Kastilia) 

Gelar: Laksamana Samudera Dunia; Viceroy dan Gubernur Hindia 
Agama: Katolik Roma
Isteri: Filipa Moniz Perestrelo Anak-
anak: Diego, Fernando 
Saudara: Giovanni Pellegrino , Giacomo (juga disebut Diego), Bartholomew 
Suster: Bianchinetta Columbus
Christopher Columbus ( Italia : Cristoforo Colombo, Spanyol : Cristóbal Colón; Portugis : Cristóvão Colombo; (lahir antara 31 Oktober 1450 dan 30 Oktober 1451 - 20 Mei 1506) adalah seorang penjelajah Italia, navigator, dan penjajah, lahir di Republik Genoa (Italia. Di bawah naungan Monarki Katolik Spanyol, ia menyelesaikan empat pelayaran melintasi Samudra Atlantik.

Christopher Columbus adalah seorang penjelajah dan ahli navigasi yang sukses pada masanya. Ia dikenal dengan penemuannya akan benua Amerika yang sebelumnya diperkirakan belum pernah terjamah oleh orang lain. Untuk mencapai benua ini, Columbus harus menyeberangi luasnya samudera Atlantik. Setelah perjalanan yang panjang, ia berhasil tiba di benua ini pada tanggal 12 Oktober 1492. Pelayaran ini mendapat dukungan dana dari ratu Spanyol saat itu, Isabella, bertujuan untuk memperluas wilayah kekuasaan Spanyol pasca penaklukan wilayah Andalusia dan sekitarnya.

Pelayaran ini juga bertujuan untuk memuaskan keingintahuan Colombus sendiri tentang bentuk bumi yang sebenarnya. Pada saat itu, pandangan yang diyakini tentang bumi adalah bahwa planet ini berbentuk kotak. Pria yang dipanggil Christoffa Corombo di Genoa ini meragukan hal tersebut. Ia yakin bahwa bumi ini berbentuk seperti bola. Jadi, jika ia berlayar secara terus-menerus melalui jalur barat, maka ia akan dapat sampai di daerah yang berada di timur. Pandangannya ini kemudian terbukti dengan pelayaran panjang yang dilakukannya ini.
Pelayaran Christopher Columbus

Pada saat pertama kali sampai di benua Amerika, pria yang dipanggil Cristóbal Colón di Spanyol ini mengira bahwa benua ini belum pernah terjamah oleh siapapun. Oleh karena itu, ia kaget saat menjumpai adanya beberapa bangunan di benua ini yang mirip dengan bangunan yang dilihatnya di Afrika. Ternyata benua ini sudah dihuni oleh suku Indian selama bartahun-tahun. Pertama-tama, Columbus diterima dengan sangat baik oleh anggota dari suku ini, tetapi sikap mereka berubah 180 derajat setelah mereka mengetahui maksud sebenarnya pria berkewarganegaraan Genoa ini yaitu untuk menjadikan benua ini sebagai wilayah perluasan Spanyol. Para penduduk suku Indian kemudian menjadi sangat marah hingga mereka menenggelamkan beberapa kapal milik rombongan Colombus.

Kontroversi

Kolumbus bukanlah orang pertama yang tiba di Amerika, yang ia dapati sudah diduduki. Ia juga bukan orang Eropa pertama yang sampai ke benua itu karena sekarang telah diakui secara meluas bahwa orang-orang Viking dari Eropa Utara telah berkunjung ke Amerika Utara pada abad ke 11 dan mendirikan koloni L'Anse aux Meadows untuk jangka waktu singkat. Terdapat perkiraan bahwa pelayar yang tidak dikenali pernah melawat ke Amerika sebelum Kolumbus dan membekalkannya dengan sumber untuk kejayaannya. Terdapat juga banyak teori mengenai ekspedisi ke Amerika oleh berbagai orang sepanjang masa itu.

Penyakit dan kematian

Saat perjalanan pulang, saat Columbus berusia 41 tahun, ia menderita penyakit asam urat. Di tahun berikutnya, ia menderita influenza dan demam lainnya, yang mengakibatkan pendarahan dari mata, dan gout yang berkepanjangan. Penyakit yang menimpanya tersebut menyebabkan Columbus terbaring di tempat tidur selama berbulan-bulan, sehingga menyebabkan kematiannya yang terjadi empat belas tahun kemudian.

 Peta Christopher Columbus
Berdasarkan gaya hidup Columbus dan gejala-gejala yangt terjadi, dokter modern menduga bahwa ia menderita Sindrom Reiter, bukan gout. Syndrome Reiter adalah peradangan sendi yang disebabkan oleh infeksi usus oleh bakteri atau dari penyakit menular s3ksu4l tertentu.

 "Tampaknya kemungkinan bahwa [Columbus] memperoleh arthritis reaktif dari keracunan makanan di salah satu pelayaran laut karena sanitasi yang buruk dan persiapan makanan yang tidak tepat," tulis Dr Frank C. Arnett, seorang rheumatologist dan profesor penyakit dalam, patologi dan laboratorium kedokteran University of Texas Medical School di Houston.