Home » » Atika binti Zaid bin Amar bin Nufail - Istri Para Syuhada

Atika binti Zaid bin Amar bin Nufail - Istri Para Syuhada

Artikel "Atika binti Zaid bin Amar bin Nufail - Istri Para Syuhada" adalah bagian dari seri "Kisah Shahabiyah - Sahabat Nabi Perempuan"
Atikah binti Zaid bin Amar bin Nufail - Istri Para Syuhada
Atika binti Zaid bin Amar bin Nufail adalah Istri dari para syuhada : Abdullah bin Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Al khattab,   Zubair bin Al Awwam, dan Husein bin Ali bin Abi Thalib. Atika merupakan saudara kandung Sa’id bin Zaid, salah seorang dari 10 sahabat yang dijamin masuk surga.

Atika binti Zaid bin Amar bin Nufail merupakan keturunan dari salah satu kabilah Quraisy yang baik nasabnya. Wanita ini memiliki perangai yang lembut, paras yang cantik, berakhlak mulia dan bersih hatinya. Semasa hidupnya, beliau menikah dengan pria-pria yang terbaik di jaman tersebut dan keempatnya mati syahid.


Pernikahan


Suami pertama - Abdullah bin Abu Bakar Ash Shidiq

Pernikahan pertama beliau adalah dengan Abdullah, putra dari Abu Bakar Ash Shidiq. Keluarganya Abu Bakar adalah orang-orang yang terdepan dalam jihad dan membela Rasulullah pada masa Jahiliyah. Bahkan mereka menginfaqkan hampir seluruh hartanya di jalan Allah dan untuk membela Rasulnya. Namun karena kecantikan Atikah dan kepandaiannya dalam berinteraksi, Abdullah lalai dalam shalat berjama’ah. Pasangan ini asyik bercanda dari sebelum adzan hingga shalat selesai ditunaikan. Maka sang ayah memanggil anaknya dan mengatakan padanya untuk menceraikan Atikah.

Setelah bercerai dengan Atikah, Abdullah jatuh sakit. Maka Abu Bakar pun mengijinkan sang anak untuk rujuk dengan Atikah, namun dengan satu syarat, yakni jangan sampai cintanya kepada Atikah mengalahkan cintanya kepada Allah dan Rasulnya. Waktu pun terus berjalan, mereka saling mencintai karena Allah. Hingga akhirnya Abdullah gugur sebagai syuhada di perang Thaif. Atikah pun menjanda, janda seorang Syuhada.


Suami kedua - Umar bin Khattab

Setelah selesai masa ‘iddah beliau, Atikah yang sangat sholeh ini dipersunting oleh Amirul Mukminin kedua, yakni Umar bin Khattab. Keduanya menjalin kasih yang amat mesra karena Allah. Atikah pun secara penuh mengabdi kepada suaminya yang baru. Cinta dan kasih sayangnya kepada Umar bin Khattab bahkan bisa dirasakan oleh masyarakat sekitarnya. Namun hal ini akhirnya sirna tatkala Umar ditikam oleh seorang yang bejat. Maka untuk kedua kalinya Atikah menjadi janda Syuhada.


Suami ketiga - Zubair bin Awwam

Zubair bin Awwam adalah seorang sahabat nabi yang sangat tidak diragukan lagi perannya dan kesolehannya. Komitmennya dalam dakwah dan jihad sangat besar. Tak berselang lama selewat masa ‘iddah, Atikah dipersunting oleh Zubair bin Awwam. Sekali lagi, Atikah menunjukkan bahwa dirinya adalah wanita yang baik dan istri yang sholihah. Namun seiring waktu, akhirnya keadaan tersebut berakhir dengan meninggalnya Zubair bin Awwam di medan perang Jamal. Maka untuk ketiga kalinya Atikah menjadi janda Syuhada.


Suami keempat - Husein bin Ali bin Abi Thalib

Pada masa itu ‘Ali bin Abi Thalib hendak mempersunting Atikah. Namun Ali mengurungkan niatnya tersebut karena Atikah mengajukan syarat yang tidak mungkin dipenuhi oleh beliau, yakni supaya siapapun suaminya nanti tidak akan terjun ke dalam kancang jihad bil qital. Oleh karena itu akhirnya Husein bin Ali yang menyunting janda Syuhada tersebut. Meskipun kala itu Atikah sudah berusia kepala lima dan terpaut cukup jauh dengan Husein, namun keduanya tetap saling mengasihi dan senantiasa harmonis. Mereka saling mencintai karena Allah. Namun takdir Allah tidak dapat ditolah, Husein bin Ali juga meninggal syahid di Karbala, Iraq. Maka untuk keempat kalinya, Atikah menjadi janda Syuhada hingga akhirnya meninggal pada tahun 40 H.

Itulah hidup Atikah . Wanita cantik, cerdas dan seorang penyair yang banyak diinginkan para shahabat. Semua yang pernah menjadi suaminya selalu mati sebagai syuhada, meskipun mereka belum lama menjadi suami istri, Hal ini membuktikan bahwa benar ketentuan Allah yang menyatakan bahwa hanya orang baik saja yang dipasangkan dengan orang baik.

Atikah hidup hingga awal kepemimpinan Muawiyah bin Abu Sufyan, khalifah pertama Dinasti Bani Umayyah. Atika binti Zaid bin Amar bin Nufail meninggal dunia pada tahun 40 Hijriyah. (Berbagai sumber)