Home » » Biografi Ahmad Noe'man - Arsitek Seribu Masjid

Biografi Ahmad Noe'man - Arsitek Seribu Masjid

Ahmad Noe'man
Ahmad Noe'man adalah seorang Arsitek kenamaan Indonesia. ia dikenal  sebagai perancang masjid, seperti Masjid Salman ITB, Masjid At-Tin Jakarta, Masjid Amir Hamzah di Taman Ismail Marzuki, Masjid Islamic Center Jakarta, Masjid Raya Batam, Makassar, Bontang, Kalimantan Timur, Masjid Soeharto di Bosnia, Masjid Syekh Yusuf di Cape Town, Afrika Selatan, dan lainnya. Masjid rancangan Noe'man biasanya bercirikan tanpa menggunakan kubah. Achmad Noeman juga merupakan salah satu pendiri IAI (Ikatan Arsitek Indonesia).


Achmad Noeman lahir di Garut 10 Oktober 1924. Ia merupakan anak ke delapan dari 13 saudara dari ayahnya, H. Muhammad Jamhari yang merupakan seorang saudagar sekaligus pendiri Muhammadiyah Garut. Sebagai ulama Muhammadiyah, H. Jamhari dituntut untuk membangun fasilitas pendidikan, mulai dari bangunan sekolah, asrama sampai masjid. Noeman mendapati minatnya terhadap dunia arsitek ketika ia mengamati sang ayah dalam pembangunan insfrastruktur pendidikan di lingkungan Muhammadiyah.


Pendidikan

Pendidikan Dasar Achmad Noeman dimulai di HIS (Hollandsch Inlandsche School) Budi Priyayi Ciledug, Garut. HIS merupakan jenjang pendidikan setingkat dengan SD. Selanjutnya Noeman melanjutkan pendidikannya ke MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderweijs) yang setingkat dengan SMP pada masa sekarang. Namun karena kekuasaan beralih ke tangan Republik, akhirnya MULO Garut ditutup dan Ahmad Noe'man memutuskan untuk meneruskan pendidikannya ke MULO Jogjakarta.

Noeman melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah, Jogjakarta. Ketika Indonesia memasuki “zaman revolusi”, Noeman muda bergabung dengan Divisi Siliwangi dan ditugaskan di Jakarta sambil sekolah di Sekolah Menengah Atas Republik.

Guna meraih cita-citanya untuk menjadi arsitek, sekitar tahun 1948, Noeman meneruskan pendidikannya ke Universitas Indonesia di Bandung. Namun ternyata, kampus yang menjadi cikal bakal Institut Teknologi Bandung ini tidak menyediakan jurusan Arsitektur. Akhirnya ia memilih masuk jurusan bangunan Fakultas Teknik Sipil.

Setahun kemudian terjadi penyerahan kekuasaan dari Belanda ke TNI. Kemudian, dibentuklah CPM (Corps Polisi Militer) di Bandung dan Achmad Noeman termasuk di dalamnya dengan pangkat letnan dua. Ia terpaksa meninggalkan kuliah di Fakultas Teknik Sipil, karena peraturan wajib militer yang dibuat oleh pemerintah saat itu. Karier militer ini dia tekuni sampai tahun 1953. Ketika di almamaternya dibuka Jurusan Arsitektur, ia lantas mengundurkan diri dari tugas militer dan memasuki bidang yang digandrunginya itu. Pendidikan di bidang inilah yang mengantarkannya menjadi arsitek dan dirampungkan pada tahun 1958.

Seusai menempuh pendidikan tingginya, Achmad Noeman hendak dikirim ke Kentucky, Amerika Serikat, untuk mengambil program master. Namun ia memilih membuka biro arsitektur Birano (Biro Arsitek Achmad Noeman), sekaligus mengajar sebagai dosen di ITB.


Masjid Salman ITB

Pada tahun 1959, dibuatlah rancangan bangunan masjid tanpa tiang dan kubah di ITB. Tak berapa lama kemudian, sebuah masjid megah tanpa kubah dan tiang itu berdiri tegak di kampus produsen teknokrat itu. Atas instruksi Soekarno, masjid tersebut kemudian diberi nama masjid Salman.

Tak hanya di dalam negeri, arsitektur masjid karya Noeman pun banyak bertebaran di luar negeri. Diantaranya, masjid Istiqlal di Bosnia, masjid renovasi dari bangunan Gereja di Amsterdam, Belanda, serta masjid yang terdapat di Cape Town, Afrika selatan. Diantara arsitektur masjid yang dibangun Achmad Noeman, terdapat pula peran anaknya, Fauzan yang mewarisi keahlian ayahnya.

Di samping itu Achmad Noeman juga aktif di berbagai kegiatan lain, antara lain menjadi anggota Majelis Arsitek Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), anggota Dewan Kehormatan Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO), anggota Persatuan Insinyur Indonesia (PII), dan mantan Ketua Yayasan Universitas Islam Bandung.


Wafat

Arsitek kenamaan Indonesia Ahmad Noe'man meninggal dunia di Rumah Sakit Boromeus Bandung, Senin (4/4) sekitar jam 15. 35 WIB. Dua pekan sebelumnya, Ahmad Noe'man masuk rumah sakit. Menurut diagnose dokter ia mengalami infeksi paru-paru dan sakit jantung.


Referensi: engineeringtown.com