Home » » Biografi Chairul Harun - Sastrawan, Budayawan, dan Wartawan Indonesia

Biografi Chairul Harun - Sastrawan, Budayawan, dan Wartawan Indonesia

Chairul Harun
Chairul Harun adalah seorang sastrawan, budayawan, dan wartawan Indonesia yang pernah menjadi Pemimpin Redaksi Harian Umum Haluan yang terbit di Padang pada tahun 1969–1970.


Pendidikan

Chairul Harun lahir lahir di Kayutanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat, pada 17 Agustus 1940. Pendidikan yang pernah ditempuhnya adalah sekolah dasar, tamat tahun 1953, sekolah menengah pertama di Solok, tamat tahun 1956. Setamat dari SMP, Chairul Harun melanjutkan ke SPSA Negeri Surakarta dan tamat tahun 1959 lalu melanjutkan ke jurusan Publistik, Fakultas Sosial Politik, Universitas Ibnu Khaldun 1960, tetapi tidak tamat.


Karier

Sejak tahun 1960 Chairul Harun menjadi pegawai GIA Jakarta. Akan tetapi, ia hanya bekerja selama tiga tahun kemudian menjadi pegawai Jawatan Transmigrasi Palu, Sulawesi Tengah (1961). Tahun 1962 ia menjadi redaktur Sinar Masa di Pekanbaru. Selanjutnya, pada tahun 1963—1965 Chairul Harun bekerja sebagai pemimpin redaksi surat kabar Aman Makmur Padang, tahun 1967—1968 ia bekerja sebagai wartawan Angkatan Bersenjata di Padang. Tahun 1971—1979 ia menjadi koresponden majalah Tempo dan menjadi dosen tidak tetap pada Akademi Karawitan Indonesia di Padang Panjang. Selain itu, Chairul Harun juga menjabat sebagai ketua Badan Koordinasi Kesenian Nasional Indonesia (BKKNI) Sumatra Barat dan sampai akhir hayatnya ia mengajar mata kuliah teater di Jurusan Minangkabau, ASKI Padang. BKKNI ini pada mulanya bernama Perkemahan Seniman dan bertujuan untuk memasyarakatkan seni.


Menulis

Sejak tahun 1959, Chairul Harun sudah menulis cerita untuk anak-anak dan dimuat dalam majalah Kuncung. Selain itu, sejak tahun 1968 Chairul Harun mempelajari masalah kebudayaan Minangkabau melalui sastra, seni, teater, filsafat, dan lembaga-lembaga kebudayaan yang lain. Bahkan, Chairul Harun telah menyadur kaba Cindua Mato dan Sutan Pangaduan ke dalam bahasa Indonesia.

Pada tahun 1979, novelnya yang berjudul "Warisan" mendapat hadiah Yayasan Buku Utama dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.Ia juga pernah memimpin Badan Koordinasi Kegiatan Kesenian Indonesia (BKKNI) Sumatera Barat pada tahun 1977.


Meninggal dunia

Chairul Harun meninggal di Padang, Sumatera Barat, 19 Februari 1998 pada umur 57 tahun.


Karier
  • Pegawai Jawatan Transmigrasi di Palu, Sulawesi Tengah (1961–1963)
  • Wartawan Harian Aman Makmur di Pekanbaru (1963–1965)
  • Wartawan Harian Angkatan Bersenjata di Padang (1967–1968)
  • Pemimpin Redaksi Harian Umum Haluan (1969–1970)
  • Koresponden Majalah Berita Mingguan Tempo untuk Sumatera Barat

Kegiatan lain
  • Dosen tidak tetap di Akademi Seni Kerawitan Indonesia (ASKI), Padangpanjang
  • Menulis pada rubrik Komentar di Harian Singgalang, Padang

Karya
  • Monumen Safari (kumpulan puisi) terbit tahun 1966
  • Tiga Kumpulan Sajak, terbit tahun 1968 di Padang oleh penerbit Studi Klub Padang
  • Warisan (1976)
  • Sang Gubernur (1977)
  • Cindua Mato (1977)
  • Sutan Pangaduan (saduran) (1977)
  • Beberapa Cerita Bersambung, antara lain "Ganda Hilang" (1981), di Padang oleh penerbit Studi Klub Padang
  • Makalah Sastra sebagai Human Control yang dibukukan dalam "Duapuluh Sastrawan Bicara" (1984)
  • Beberapa Cerita Anak, di antaranya "Bantajo", "Basoka", dan "60 Jam yang Gawat"

Sumber: