Profil Faldo Maldini - Wasekjen Partai Amanat Nasional

Profil Faldo Maldini - Wasekjen Partai Amanat Nasional

Faldo Maldini adalah seorang tokoh aktivis mahasiswa yang pernah dipercaya sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI). Pernah menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Departemen Fisika UI (2010), Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa FMIPA UI (2011), hingga Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UI (2012).

Pemilik akun Instagram https://www.instagram.com/faldomaldini/ juga didaulat sebagai Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia United Kingdom (PPI UK) ketika ia melanjutkan pendidikan pasca sarjana.

Pasca lulus dari Universitas Indonesia, Pemilik akun Twitter @FaldoMaldini melanjutkan studi pasca-sarjana di Plastic Electronic Materials, Department of Physics, Imperial College London (2013-2014). Di samping meneliti dan tergabung di grup riset Experimental Solid State Physics (EXSS), Ia juga menerima amanah sebagai Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di United Kingdom (PPI UK) 2013/2014.

Selain aktif berorganisasi, pria kelahiran lahir Padang, Sumatera Barat, 9 Juli 1990 ini juga sering melakukan riset yang dipublikasikan di dalam dan luar negeri mewakili UI dan Indonesia. Pada tingkat nasional riset Faldo dan timnya beberapa kali mendapatkan gelar juara dalam berbagai perlombaan mewakili Universitas Indonesia pada tahun 2010. Sebagai individu, Faldo juga berhasil meraih juara 3 pada kompetisi Mahasiswa Berprestasi pada tahun 2011.

Faldo MaldiniBakat kepemimpinan yang dimilikinya diapresiasi oleh PPSDMS NF dan Goodwill International Scholarship yang masing-masing memberikan beasiswa kepemimpinan pada Faldo.

Sebagai Ketua PPI UK, Faldo memimpin 32 cabang yang dimiliki organisasi itu yang tersebar di berbagai wilayah di Inggris dengan jumlah mahasiswa Indonesia sekitar 1.600 orang.

Bersama Selvin Andika ZM, suami dari Davrina Rianda Davron ini menggagas Pulangkampuang.com, sebuah portal yang bertujuan menyatukan orang Minang yang ada di rantau dan di kampung (Sumatera Barat). Portal ini sebagai wadah gerakan untuk berkontribusi bagi urang awak yang masih berjuang di daerah rantau maupun di Ranah Minang. Beberapa hal sudah berhasil dia wujudkan lewat pulangkampuang.com, komunitas orang Minang binaannya yang kini telah mencapai 30 ribu anggota. Di Pulangkampuang.com, ia menggalakkan program penggunaan mesin pengelolaan limbah yang membeli sampah dari masyarakat untuk didaur ulang.

Pada tahun 2018, ayah dari Dayna Fakhra Madrian ini menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Amanat Nasional (PAN). Sebagai Wasekjen, tugas Faldo meliputi koordinasi dengan DPW dan DPC di daerah, membangun sistem pengkaderan yang sistematis, hingga membantu mensukseskan sang ketua umum, Zulkifli Hasan, di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.


Buku
  • Karena Selama Hidup Kita Belajar (2015)

Karier organisasi
  • Ketua Himpunan Mahasiswa Departemen Fisika UI (2010)
  • Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa FMIPA UI (2011)
  • Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UI (2012)
  • Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia United Kingdom (2013 – 2014)
Baca Selengkapnya
Biodata Lengkap Floyd Mayweather, Jr.

Biodata Lengkap Floyd Mayweather, Jr.

Floyd Mayweather, Jr. atau yang bernama asli Floyd Joy Sinclair merupakan seorang petinju berkebangsaan Amerika Serikat. 

Ia lahir di Grand Rapids, Michigan, Amerika Serikat, 24 Februari 1977. Ayahnya, Floyd Mayweather, Sr, adalah mantan pesaing kelas menengah. Pada kejuaraan amatirnya Mayweather memiliki rekor 84-6 dan memenangkan Golden Glove kejuaraan nasional pada tahun 1993 (di 106 lb), 1994 (di 114), dan 1996 (pada 125 lb). Ia diberi julukan ” Pretty Boy “oleh rekan tim amatir karena ia relatif sedikit bekas lukanya, akibat dari teknik defensif ayah (Floyd Mayweather, Sr) dan pamannya (Roger Mayweather) yang telah diajarkan kepadanya.

 Floyd Mayweather, Jr.
Dalam posisi defensif ortodoks, Mayweather seperti James Toney sering memanfaatkan ‘bahu roll’. Bahu roll teknik old school di dunia tinju di mana tangan kanan biasanya diangkat sedikit lebih tinggi dari biasanya, dalam posisi ini biasanya tangan kanan guna memblokir pukulan atau menutup bagian wajah yang tanpa pertahanan yaitu bagian pipi sebelah kanan, tangan kiri berada didepan, dan bahu kiri ditinggikan di pipi untuk menutupi dagu dan juga pipi sebelah kiri. Dari posisi ini, Mayweather biasanya melakukan blok, slip, dan mengalihkan sebagian besar lawan-lawannya sewaktu pukulan, bahkan ketika terpojok, dengan memutar kiri dan kanan mengikuti irama pukulan mereka. Tipe bertarung seperti biasanya menggunakan teknik counter untuk memukul lawan, karena petinju seperti ini lebih suka mengulur waktu dan membuat napas lawan habis terlebih dahulu.

(Baca juga: "Biodata Khabib Nurmagomedov - Pegulat Muslim yang Kalahkan Conor McGregor")

Dari 18 Juli 2005 hingga 2 Juni 2008 ia dinilai oleh majalah Ring sebagai nomor untuk satu pound petinju di dunia. Mayweather telah memenangkan enam kejuaraan tinju dunia di lima kelas berat berbeda, ia adalah mantan juara kelas menengah WBC, gelar yang dia tinggalkan pada masa pensiunnya. Dia bernama Ring Magazine Fighter of the Year pada tahun 1998 dan 2007. Dia saat ini menduduki peringkat nomor 2 pound pon pejuang. Mayweather adalah atlet tinju tak terkalahkan dengan 40 menang termasuk 25 KO.


Ditantang Khabib Nurmagomedov

Seorang petarung asal rusia Khabib Nurmagomedov baru baru ini muncul di Instagram saat menantang mantan juara dunia tinju Floyd Mayweather Jr. 

Khabib Nurmagomedov yang baru baru ini mengalahkan Conor McGregor, membidik lawan baru untuk dikalahkan. Dalam video Instagram yang direkam oleh Leonard Ellerbe, yang tak lain merupakan Presiden Eksekutif Mayweather Promotions. Brikut ini pernyataan Khabib dalam Video tersebut:

"Ayo, Floyd, kita harus bertarung sekarang,"

"50-0 v 27-0, dua orang yang tak pernah kalah, kenapa tidak? Karena di hutan hanya ada satu raja," lanjut Khabib dikutip dari BBC.

"Tentu saja sayalah raja itu. Karena dia (Mayweather) tak bisa memukul jatuh McGregor, tapi saya bisa menjatuhkannya dengan mudah," lanjut Khabib.

Si petarung Rusia telah 27 kali menjalani duel dan meraih 27 kemenangan. Sementara si petinju asal Amerika Serikat 50 kali naik ring dan juga tak pernah kalah.

Yang menarik, mereka berdua sudah mengalahkan Conor McGregor. Khabib menang di ronde empat pada pekan lalu, sementara Mayweather menang TKO di ronde 10 dalam pertarungan yang dilangsungkan Agustus 2017.


Biodata Floyd Mayweather, Jr. :
  • Nama asli: Floyd Mayweather, Jr.
  • Nama panggilan: Pretty Boy, Money
  • Tinggi: 5 ft 8 in (1,73 m)
  • Jangkauan: 72 in (183 cm)
  • Kebangsaan: Amerika Serikat
  • Lahir: 24 Februari 1977, Grand Rapids, Michigan, Amerika Serikat
  • Sikap: Orthodox
Catatan tinju
  • Total perkelahian: 50
  • Menang: 50
  • Menang oleh KO: 27
  • Kalah: 0
  • Imbang: 0
  • Tanpa kontes: 0
Baca Selengkapnya
Biografi K.H. Ahmad Sanusi - Pimpinan Persatuan Ummat Islam Indonesia (PUII)

Biografi K.H. Ahmad Sanusi - Pimpinan Persatuan Ummat Islam Indonesia (PUII)

Ahmad Sanusi atau dikenal dengan sebutan Kiai Haji Ahmad Sanusi atau Ajengan Cantayan atau Ajengan Genteng atau Ajengan Gunungpuyuh adalah tokoh Sarekat Islam dan pendiri Al-Ittahadiyatul Islamiyah (AII), sebuah organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan, sosial kemasyarakatan dan ekonomi. Pada awal Pemerintahan Jepang, AII dibubarkan dan secara diam-diam ia mendirikan Persatuan Umat Islam Indonesia (PUII). Ia juga pendiri Pondok Pesantren Syamsul Ulum, Sukabumi. Selain itu, Kiai Sanusi juga pernah menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tahun 1945.

K.H. Ahmad Sanusi
Kiai Sanusi lahir 18 September 1888 di Desa Cantayan, Under Distrik Cikembar, Distrik Cibadak, Under Afdeling Sukabumi. Beiau adalah putera dari Ajengan Haji Abdurrahim bin Yasin, pengasuh Pesantren Cantayan di Sukabumi. Sebagai putera seorang ajengan (kiai), ia telah belajar ilmu-ilmu keislaman sejak ia masih kanak-kanak, selain ia juga banyak belajar dari para santri Senior di pesantren ayahnya.

Menginjak usia dewasa, Kiai Sanusi mulai mengaji di beberapa pesantren di Jawa Barat. Pada usia 20 tahun, ia menikah dengan Siti Juwariyah binti Haji Afandi yang berasal dari Kebon Pedes, Baros, Sukabumi. Setelah menikah, ia dikirim ayahnya ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji sekaligus memperdalam ilmu-ilmu keislaman. Ia belajar di Mekah selama tujuh tahun. Disana Kiai Sanusi mendapat gelar imam besar Masjidil Haram. ia berguru kepada ulama-ulama terkenal, khususnya dari kalangan al-Jawi (Melayu).


Mendirikan pesantren

Pada tahun 1915, sepulang belajar dari Mekah, Kiai Sanusi kembali ke Indonesia untuk membantu ayahnya mengajar di Pesantren Cantayan. Setelah tiga tahun membantu ayahnya, ia mulai merintis pembangunan pondok pesantrennya sendiri yang terletak di Kampung Genteng, sebelah utara desa Cantayan, sehingga ia kemudian dikenal dengan sebutan Ajengan Genteng. Pesantrennya tersebut ia beri nama Pondok Pesantren Babakan Sirna Genteng.

Ketika belajar di Mekah, Kiai Sanusi telah mengenal ide-ide pembaharuan dari Syeikh Muhammad 'Abduh, Syeikh Muhammad Rasyid Ridla, dan Jamaluddin al-Afghani, melalui buku-buku dan majalah aliran pembaharuan di Mesir, sehingga pengaruh tersebut menjadikannya ulama pembaharu ketika pulang ke Indonesia. Namun demikian, ia tetap tidak meninggalkan mahzabnya, ia tetap mengikuti mazhab Syafi'i sebagaimana yang dilakukan kedua gurunya, Syeikh Ahmad Khatib dan Syeikh Mukhtar at-Tarid. Bahkan dalam bidang ilmu fikih yang juga merupakan keahliannya, Kiai Sanusi terkenal sangat kritis terhadap dalam menentukan hukum Islam.

Dalam bidang ilmu al-Qur'an, Kiai Sanusi berpendapat bahwa terdapat empat kategori hukum dalam al-Qur'an, yaitu:
  • Berkaitan dengan keimanan dan kebebasan beragama dalam memilih dan menjalankan ketentuan-ketentuan agama
  • Berkaitan dengan rumah tangga dan pergaulannya seperti pernikahan dan perceraian, keturunan dan kewarisan
  • Berkaitan dengan prinsip kerjasama antar sesama umat manusia seperti jual-beli, sewa-menyewa, gadai dan lain-lain
  • Berkaitan dengan pemeliharaan kehidupan, yaitu berupa peraturan pidana dan perdata untuk menghukum di antara sesama manusia yang melakukan kesalahan

Meningal dunia

Ahmad Sanusi atau dikenal dengan sebutan Kiai Haji Ahmad Sanusi atau Ajengan Cantayan atau Ajengan Genteng atau Ajengan Gunungpuyuh meninggal tahun 1950 di Sukabumi pada tanggal 31 Juli 1950 (dalam usia 62 tahun).
Baca Selengkapnya
Biodata Khabib Nurmagomedov - Pegulat Muslim yang Kalahkan Conor McGregor

Biodata Khabib Nurmagomedov - Pegulat Muslim yang Kalahkan Conor McGregor

Khabib Nurmagomedov adalah seorang pegulat Rusia yang dalam laga UFC 229, berhasil mengalahkan Conor McGregor, Minggu (7/19/2018). Namun laga itu diwarnai aksi rusuh yang dibuat Khabib Nurmagomedov di akhir laga juara kelas ringan itu.

Bukan tanpa alasan, Khabib menjelaskan aksi dirinya usai laga pada saat konferensi press. Dilansir dari Independent, Khabib Nurmagomedov mengatakan jika dirinya kehilangan ketenangan usai mendengar ucapan rasis sebelum pertarungan.

Sebelum pertarungan berlangsung McGregor sempat mengucapkan kata-kata rasis yang menyinggung Khabib. Pada laman tersebut, Khabib menyebut jika dirinya hanya manusia biasa yang tidak bisa menahan umpatan yang berbau rasis.

Siapakah Khabib Nurmagomedov? nama lengkapnya Khabib Abdulmanapovich Nurmagomedov, lahir pada tanggal 20 September 1988 di desa Sildi di Kabupaten Tsumadinsky di Dagestan, Rusia, sebelum pindah ke ibukota negara Makhachkala di masa kecilnya, dan kemudian beranjak remaja ke Kiev, Ukraina, di mana ia berlatih Dobro.

Khabib adalah seorang rusia yang berprofesi sebagai seniman bela diri campuran dari etnis Avar. Dia adalah anak kedua dari tiga bersaudara, kakaknya bernama Magomed dan adik perempuannya bernama Amina. keluarga ayahnya telah pindah dari Sildi, Kabupaten Tsumadinsky ke Kirovaul, di mana sang ayah mengubah lantai dasar dari rumah dua lantainya menjadi ruang olahraga. Nurmagomedov dibesarkan dalam rumah tangga dengan saudara dan sepupunya. Minatnya dalam seni bela diri dimulai ketika menonton siswa pelatihan di ruang olahraga.

(Baca: "Biodata Lengkap Floyd Mayweather, Jr.")

Seperti yang umum dengan banyak anak-anak di Dagestan, ia mulai gulat sejak usia dini: ia dimulai pada usia enam tahun di bawah asuhan ayahnya Abdulmanap Nurmagomedov. seorang atlet dan seorang veteran dari Tentara yang berjasa, ayahnya juga telah bergulat sejak usia dini, sebelum menjalani pelatihan di judo dan sambo di militer. Pada tahun 2001, keluarganya pindah ke Machachkala, di mana ia dilatih di gulat di usia 12 tahun, dan Judo dari usia 15 tahun. Dia mulai pelatihan di combat sambo lagi di 17 di bawah ayahnya. Menurut Nurmagomedov, transisi dari gulat ke judo itu sulit, tetapi ayahnya ingin dia untuk mendapatkan digunakan untuk bersaing di gi jaket. Abdulmanap saat ini pelatih senior untuk sambo tempur tim nasional di Republik Dagestan, melatih beberapa atlet sambo dan gulat di Makhachkala, Rusia. Nurmagomedov sering ikut dalam perkelahian jalanan di masa mudanya, sebelum memfokuskan perhatiannya pada seni bela diri campuran.

Khabib Nurmagomedov membuat debut profesional MMA pada bulan September 2008 dan dengan cepat membukukan empat kemenangan dalam satu bulan. Pada oktober 11, Nurmagomedov menjadi juara perdana turnamen Piala Atrium, setelah mengalahkan tiga lawan di Moskow. Selama tiga tahun berikutnya ia tak terkalahkan, mengalahkan 11 dari 12 lawan. Termasuk penyelesaian armbar ronde pertama penantang gelar Bellator masa depan bernama Shahbulat Shamhalaev, yang menandai debut perdana di M-1 Global . Pada tahun 2011, ia akan pergi untuk bersaing di promosi ProFC. Tahun itu saja dia berkompetisi di tujuh pertandingan, semua dimenangkan dengan TKO atau menyerah. Rekor 16-0 sempurna di regional Rusia dan Ukraina sudah cukup untuk mendapatkan panggilan dari UFC.

Saat ini Khabib Nurmagomedov Juara UFC kelas Ringan. Nurmagomedov juga dua kali Juara Dunia Combat Sambo dan memegang sabuk hitam dalam Judo. Dia saat ini memegang rekor tak terkalahkan beruntun dalam sejarah MMA, dengan 27 kemenangan, dan merupakan yang orang rusia pertama dan orang Muslim pertama yang memenangkan gelar UFC. Per 6 agustus  2018, dia adalah nomor #8 resmi pada Peringkat UFC pound-for-pound.

Nurmagomedov menikah pada bulan juni 2013. Ia memiliki seorang putri dan seorang putra. Dia adalah penggemar klub sepakbola Anzhi Makhachkala dan Real Madrid serta tim nasional rusia.


Biodata Khabib Nurmagomedov (Хабиб Нурмагомедов)
  • Lahir: Khabib Abdulmanapovich Nurmagomedov, 20 September 1988, Sildi, Russian SFSR, Soviet Union
  • Nama Lain: The Eagle
  • Tempat Tinggal: Makhachkala, Dagestan, Russia
  • Kebangsaan: Russian
  • Tinggi: 5 ft 10 in
  • Berat: 155 lb
Divisi: 
  • Welterweight (2008–2011)
  • Lightweight (2012–present)
Jangkauan: 70 in

Gaya: Sambo, Judo, Pankration, Freestyle Wrestling

Perkelahian:
  • Makhachkala, Dagestan, Russia 
  • San Jose, California, United States
Tim:
  • Gadzhi Makhachev Freestyle Wrestling Club 
  • American Kickboxing Academy (2013–present) 
  • SC Bazarganova
Pelatih:
  • Abdulmanap Nurmagomedov (sambo/MMA)
  • Javier Mendez (boxing/MMA) 
  • Sazhid Sazhidov (wrestling) 
  • Nurmagomed Shanavazov (boxing)
Peringkat
  • International Master of Sport in Sambo[2]
  • International Master of Sports in Judo 
  • International Master of Sports in Pankration[butuh rujukan] 
  • International Master of Sports in Army Hand-to-Hand Combat
Gulat:
  • Cadet Russian Freestyle 
  • Wrestling level
Tahun Aktif: 2008–sekarang
Baca Selengkapnya
Biografi Abdul Halim Majalengka - Pendiri Persatuan Ummat Islam (PUI)

Biografi Abdul Halim Majalengka - Pendiri Persatuan Ummat Islam (PUI)

Abdul Halim atau K.H. Abdul Halim, lebih dikenal dengan nama K.H. Abdul Halim Majalengka adalah seorang Pahlawan Nasional. Beliau juga merupakan seorang tokoh pergerakan nasional, tokoh organisasi Islam, dan ulama yang terkenal toleran dalam menghadapi perbedaan pendapat antar ulama tradisional dan pembaharu (modernis).

Abdul Halim Majalengka
K.H. Abdul Halim lahir di Desa Ciborelang, Jatiwangi, Majalengka, Kecamatan Jatiwangi, Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, 26 Juni 1887. Kiai Abdul Halim putra K.H. Muhammad Iskandar, lahir dengan nama Otong Syatori. Ia merupakan anak terakhir dari delapan bersaudara dari pasangan K.H. Muhammad Iskandar dan Hj. Siti Mutmainah.

Selain mengasuh pesantren, ayahnya juga seorang penghulu di Kawedanan, Jatiwangi, Majalengka. Sebagai anak yang dilahirkan di lingkungan keluarga pesantren, Kiai Halim telah memperoleh pendidikan agama sejak balita dari keluarganya maupun dari masyarakat sekitar. Ayahnya meninggal ketika Kiai Halim masih kecil, sehingga ia banyak diasuh oleh ibu dan kakak-kakaknya. Pada umur 21 tahun, Kiai Halim menikah dengan Siti Murbiyah puteri K.H. Muhammad Ilyas (Penghulu Landraad Majalengka). Pernikahan mereka dikaruniai tujuh orang anak.

Seorang di antara cucunya yang aktif di berbagai organisasi Islam seperti sebagai pengurus BP4 Pusat, Wanita PUI, BMOIWI (Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia), GUPPI (Gerakan Usaha Pembaharuan Pendidikan Islam) adalah Dra. Hj. Dadah Cholidah, M.Pd.I. Presidium BMOIWI periode (2015-2016).


Pendidikan

Sejak kecil Kiai Halim tergolong anak yang gemar belajar. Terbukti ia banyak membaca ilmu-ilmu keislaman maupun ilmu-ilmu kemasyarakatan. Ketika berumur 10 tahun Kiai Halim belajar al-Qur'an dan Hadis kepada K.H. Anwar, yang sekaligus menjadi guru pertamanya di luar keluarganya sendiri. K.H. Anwar merupakan seorang ulama terkenal dari Ranji Wetan, Majalengka. Sebagai penggemar ilmu, Kiai Halim juga mempelajari disiplin ilmu lainnya, tidak pandang apakah yang menjadi gurunya sealiran (Islam) ataupun tidak, asalkan dapat bermanfaat bagi perjuangannya kelak. Hal itu terlihat ketika Kiai Halim belajar bahasa Belanda dan huruf latin kepada Van Hoeven, seorang pendeta dan misionaris di Cideres, Majalengka.

Ketika menginjak usia dewasa, Kiai Halim mulai belajar di berbagai Pondok Pesantren di wilayah Jawa Barat. Di antara pesantren yang pernah menjadi tempat belajar Kiai Halim adalah :
  • Pesantren Lontang jaya, Penjalinan, Leuwimunding, Majalengka, pimpinan Kiai Abdullah.
  • Pesantren Bobos, Kecamatan Sumber, Cirebon, Cirebon, asuhan Kiai Sujak.
  • Pesantren Ciwedus, Timbang, Kecamatan Cilimus, Kuningan, Kabupaten Kuningan, asuhan K.H. Ahmad Shobari.
  • Dan yang terakhir Abdul Halim berguru kepada K.H. Agus, Kedungwangi, Kenayangan, Pekalongan, sebelum akhirnya kembali memperdalam ilmunya di Pesantren Ciwedus, Cilimus, Kuningan, kabupaten Kuningan.
  • Di sela-sela kesibukannya belajar di pesantren, Kiai Halim menyempatkan dirinya untuk berdagang. Ia berjualan minyak wangi, batik, dan kitab-kitab pelajaran agama.

Belajar di Mekkah

Setelah banyak belajar di beberapa pesantren di Indonesia, Kiai Halim memutuskan untuk pergi ke Mekkah untuk melanjutkan mendalami ilmu-ilmu keislaman. Di Mekah, Kiai Halim berguru kepada ulama-ulama besar di antaranya Syeikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi, seorang ulama asal Indonesia yang menetap di Mekah dan menjadi ulama besar sekaligus menjadi Imam di Masjidil Haram. Selama menuntut ilmu di Mekkah, Kiai Halim banyak bergaul dengan K.H. Mas Mansur yang kelak menjadi Ketua Umum Muhammadiyah dan K.H. Abdul Wahab Hasbullah yang merupakan salah seorang pendiri Nahdlatul Ulama dan Rais Am Syuriyah (Ketua Umum Dewan Syuro) Pengurus Besar organisasi tersebut setelah Kiai Hasjim Asy'ari meninggal pada tahun 1947. Kedekatan Kiai Halim terhadap kedua orang sahabatnya yang berbeda latar belakang antara pembaharu dan tradisional inilah yang membuatnya terkenal sebagai ulama yang amat toleran.

Selain belajar langsung kepada Syeikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi, Kiai Halim juga mempelajari kitab-kitab para ulama lainnya, seperti kitab karya Syeikh Muhammad Abduh, Syeikh Muhammad Rasyid Ridlo, dan ulama pembaharu lainnya. Selain itu Kiai Halim juga banyak membaca majalah al-Urwatul Wutsqo maupun al-Manar yang membahas tentang pemikiran kedua ulama tersebut.


Pesantren Santi Asromo

Terdapat dua peninggalan K.H. Abdul Halim yang masih bertahan hingga hari ini, yaitu: pesantren Santi Asromo dan organisasi Persatuan Umat Islam (PUI) yang bergerak di bidang agama, pendidikan, sosial dan budaya. Santri Asromo merupakan pendidikan pesantren yang membekali siswa dengan keterampilan. “Belajar di Santi Asromo ada pandai besi, menyuling minyak kayu putih, bertani kopi dan lada serta beternak ayam, kambing dan ikan”, ujar Dadah Cholidah, cucu K.H. Abdul Halim dari putrinya Halimah Halim.

Sang kakek, menurut Dadah Cholidah, memberi pesan agar anak cucunya menjaga Santi Asromo itu. “Karena ketika beliau mendirikan Santi Asromo penuh perjuangan dan ujian," ujar Dadah. Hingga kini bangunan Santi Asromo telah berkembang dan berdiri kokoh di atas tanah seluas 12 hektare dengan fasilitas pondok pesantren, Madrasah Ibtidaiyah PUI, SMP Prakarya dan SMA Prakarya.

Sekretaris Jenderal Persatuan Umat Islam (PUI) periode 2009 - 2014, Ahmadie Thaha menilai, model pendidikan Santri Asromo yang mengajarkan santri entrepreneurship melampaui zamannya. “Waktu itu ada mesin jahit dan percetakan. Jadi bisa dibayangkan zaman itu saja sudah modern”, ujar Ahmadie.


Perserikatan Ulama Indonesia/ Persatuan Umat Islam

Setelah tiga tahun belajar di Mekkah, Kiai Halim kembali ke Indonesia untuk mengajar. Pada tahun 1911, ia mendirikan lembaga pendidikan Majlis Ilmi di Majalengka untuk mendidik santri-santri di daerah tersebut. Setahun kemudian setelah lembaga pendidikan tersebut telah berkembang, Kiai Halim mendirikan sebuah organisasi yang bernama Hayatul Qulub, yang kemudian Majlis Ilmi menjadi bagian di dalamnya.

Hayatul Qulub (Hayat al-Qulub) yang didirikan tahun 1912 tersebut tidak hanya bergerak di bidang pendidikan saja, melainkan juga masuk ke bidang perekonomian. Hal ini disebabkan Kiai Halim ingin memajukan lapangan pendidikan sekaligus perdagangan. Maka anggota organisasinya bukan saja dari kalangan santri, guru, dan kiai, tetapi juga para petani dan pedagang. Namun organisasi yang bergerak di bidang dagang tersebut tentu akan mempunyai saingan dagang, khususnya dengan pedagang Cina yang pada masa itu cenderung lebih berhasil di bidang perdagangan. Karena pemerintah Hindia Belanda lebih banyak membela kepentingan pedagang-pedagang Cina yang diberi status hukum lebih kuat dibanding kelompok pribumi.

Persaingan tersebut memuncak ketika pemerintah Hindia Belanda menuduh organisasi Hayatul Qulub sebagai biang kerusuhan dalam peristiwa penyerangan toko-toko milik orang Cina yang terjadi di Majalengka pada tahun 1915. Akibatnya pemerintah Hindia Belanda membubarkan Hayatul Qulub dan melarang meneruskan segala kegiatannya. Setelah dibubarkannya organisasi tersebut, Kiai Halim memutuskan untuk kembali ke Majlis Ilmi untuk tetap menjaga kepentingan perjuangan Islam, terutama dalam bidang pendidikan.

Pada tanggal 16 Mei 1916, Kiai Halim secara resmi mendirikan lembaga pendidikan baru yang ia beri nama Jam’iyah al-I’anat al-Muta’alimin. Lembaga pendidikan ini lebih baik dari sebelumnya, karena Kiai Halim menerapkan sistem klasikal dengan lama kursus lima tahun dan sistem koedukasi. Dan bagi yang sudah mencapai kelas tinggi akan menerima pelajaran bahasa Arab. Setahun kemudian, HOS Cokroaminoto memberi dukungan terhadap lembaga pendidikan tersebut, yang akhirnya dikembangkan dan diubah namanya menjadi Perserikatan Ulama yang lebih dikenal dengan PUI (Perserikatan Ulama Indonesia). Perserikatan tersebut meemiliki panti asuhan, percetakan, dan sebuah pertenunan.

Sekalipun aktif dalam berbagai organisasi itu, Abdul Halim tetap mencurahkan perhatiannya untuk memajukan pendidikan. Hal itu diwujudkannya dengan mendirikan Santi Asromo pada tahun 1932. Dalam lembaga pendidikan ini, para murid tidak hanya dibekali dengan pengetahuan agama dan pengetahuan umum, tetapi juga dengan keterampilan sesuai dengan bakat anak didik, antara lain pertanian, pertukangan, dan kerajinan tangan.

Pada masa awal pendudukan Jepang, beberapa partai dan organisasi politik dibekukan. Organisasi keagamaan yang dibolehkan berdiri hanya Muhammadiyah dan Nahdlatul 'Ulama. PO pun di­bekukan. Namun, Abdul Halim tetap berusaha agar organisasi itu dihidupkan kembali. Barulah pada tahun 1944 usahanya berhasil, tetapi namanya diganti menjadi Perikatan Oemat Islam (POI). Kelak, pada tahun 1952, POI mengadakan fusi dengan Persatuan Umat Islam Indonesia (PUII) yang didirikan oleh K.H. Ahmad Sanusi menjadi Persatuan Umat Islam (PUI) dan Abdul Halim diangkat sebagai ketua pertamanya.

Persatuan Umat Islam (PUI) memiliki tujuan pokok antara lain:
  • Memajukan dan menyiarkan pengetahuan dan pengajaran agama Islam.
  • Memajukan perihal penghidupan yang didasarkan atas hukum Islam.
  • Memelihara tali percintaan dan persaudaraan yang kuat dan membangunkan hati supaya suka tolong menolong antara satu dengan lainnya.

PUI melakukan beberapa upaya untuk mewujudkan tujuannya tersebut, di antaranya adalah:
  • Mendirikan dan memelihara sekolah.
  • Menerbitkan, menyiarkan, dan menjual buku-buku (kitab-kitab), brosur, majalah, dan surat kabar yang berisi tentang keislaman.
  • Meningkatkan pertanian, perdagangan dan perekonomian lainnya.
  • Mendidik pemuda sebagai kader muslim masa mendatang.
  • Bekerja sama dengan perkumpulan-perkumpulan muslim lainnya demi memajukan Agama Islam.

Pergerakan Nasional

Pada masa pendudukan Jepang, Abdul Halim diangkat menjadi anggota Cuo Sangi In (semacam dewan perwakilan). Pada bulan Mei 1945, ia diangkat menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang bertugas menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pembentukan negara. Dalam BPUPKI ini Abdul Halim duduk sebagai anggota Panitia Pembelaan Negara.

Sesudah Republik Indonesia berdiri, Abdul Halim diangkat sebagai anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Daerah (PB KNID) Cirebon. Selanjutnya ia aktif membantu perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Pada waktu Belanda melancarkan agresi militer kedua yang dimulai tanggal 19 Desember 1948, Abdul Halim aktif membantu kebutuhan logistik bagi pasukan TNI dan para gerilyawan. Residen Cirebon juga mengangkatnya menjadi Bupati Majalengka.

Pada 1928, ia diangkat menjadi pengurus Majelis Ulama yang didirikan Sarekat Islam bersama-sama dengan K.H.M Anwaruddin dari Rembang dan K.H. Abdullah Siradj dari Yogyakarta. Ia juga menjadi anggota pengurus MIAI (Majlis Islam A’la Indonesia) yang didirikan pada 1937 di Surabaya.

Sesudah perang kemerdekaan berakhir, Abdul Halim tetap aktif dalam organisasi keagamaan dan membina Santi Asromo. Namun, seba­gai ulama yang berwawasan kebangsaan dan persatuan, ia menentang gerakan Darul Islam pimpinan Kartosuwiryo, walaupun ia tinggal di daerah yang dikuasai oleh Darul Islam. la juga merupakan salah seorang tokoh yang menuntut pembubaran Negara Pasundan ciptaan Belanda.

Dalam periode tahun 1950-an Abdul Halim pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat dan kemudian menjadi anggota Konstituante.


Meninggalnya

K.H. Abdul Halim Ulama besar tanah Pasundan ini menghadap Ilahi 7 Mei 1962 dan dikebumikan di Majalengka dalam usia 74 tahun. “Meninggalkan harta bendanya diwakafkan untuk madrasah dan institusi pendidikan. Bahkan rumah pribadinya diberikan untuk PUI”, ujar Dadah.


Penghargaan

Atas jasa-jasanya Pemerintah Republik Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudoyono menganugerahi Gelar Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor : 041/TK/Tahun 2008 tanggal 6 November 2008.
Baca Selengkapnya