Profil & Biodata Mohamad Guntur Romli - Aktivis JIL (Jaringan Islam Liberal), Kader PSI

Profil & Biodata Mohamad Guntur Romli - Aktivis JIL (Jaringan Islam Liberal), Kader PSI

Mohamad Guntur Romli
Mohamad Guntur Romli adalah aktivis JIL (Jaringan Islam Liberal), pemikir muda NU (Nahdlatul Ulama), penulis, aktivis dan politisi muda Indonesia dari Partai Solidaritas Indonesia. (Baca: "Profil dan Biodata Tsamara Amany Alatas - Politisi Partai Solidaritas Indonesia")

Mohamad Guntur Romli lahir di Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, 17 Maret 1978 dari pasangan KH Achmad Zaini Romli dan Hj Sri Sungkawa Ningsih. Ayahnya KH Achmad Zaini Romli adalah Pengasuh Pondok Pesantren Darul Aitam Arromli, Jangkar, Situbondo dan ibunya, Hj Sri Sungkawa Ningsih, seorang guru.

Mohamad Guntur Romli Menikah dengan Nong Darol Mahmada, seorang aktivis Perempuan, dan memiliki dua orang putri.


Pendidikan:
  • Pendidikan tingkat dasar dan menengah umum serta pendidikan keislaman di pesantren ayahnya sejak usia dini hingga tahun 1992. 
  • Tahun 1992 - 1997 melanjutkan pendidikan di Tarbiyatul Muallimin al-Islamiyah Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep, Madura. 
  • Tahun 1997 - 1998 menjadi guru bantu (ustadz) di almamaternya sekaligus kuliah di Pesantren Tinggi Al-Amien (PTA) dan Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STIDA) Al-Amien Fakultas Tarbiyah. Dia juga menjadi Penanggung Jawab untuk Majalah Bahasa Arab "Al-Wafa". 
  • Tahun 1998 memperoleh beasiswa dari Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir untuk melajutkan studi-studi keislaman, dan ia masuk Fakultas Ushuluddin, Jurusan Aqidah Falsafah Universitas Al-Azhar, Cairo Mesir (status kelulusan masih dipertanyakan).

Aktivitas: Kader dan Pengurus NU Mesir

Untuk kegiatan ekstrakulikuler kemahasiswaan, dia aktif di Nahdlatul Ulama (NU) Mesir, dari sebelumnya bernama Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Mesir hingga menjadi Pengurus Cabang Istimewa NU Mesir, dari tahun 1999 sampai 2004. Tahun 2002-2004 ia menjabat sebagai Wakil Ketua Tanfidziyah PCI NU Mesir.

Pada Juli 2003 bersama PCI NU Mesir menggelar Silaturahmi Kader NU Luar Negeri yang dihadiri Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, KH Said Aqil Siroj (Syuriah PBNU), KH Ahmad Masduqi Mahfudz (Syuriah PWNU Jawa Timur), KH Fawaid As'ad Syamsul Arifin (Situbondo), KH Miftahul Akhyar (Syuriah Jawa Timur), KH Manarul Hidayat (Syuriah PBNU), KH Muhaiminan Gunardo, KH Sumantri Zakaria, KH Muhammad Nuruddin Abdurrahman, Dr. Siti Musdah Mulia, Dr Siti Muri'ah, Ny Juwairiyah, Ny Jayidah dan Gus Hilman Wajdi Hasyim.


Kolomnis dan Wartawan

Selama di Mesir pula ia menjadi Koresponden Majalah Panji Masyarakat Wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara 2002-2002 dan Wartawan Majalah Mingguan GATRA Wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara 2002-2004. Ia juga aktif menulis isu-isu politik Timur Tengah, Keislaman dan Kebudayaan di surat-surat kabar di tanah air seperti Kompas, Jawa Pos, Republika, Suara Pembaruan, Koran Tempo, Media Indonesia, Pikiran Rakyat dan lain-lainnya. Akhir tahun 2004 ia kembali ke Indonesia, sempat bergabung di Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), Jakarta.


Kongkow Bersama Gus Dur

Pada November 2005, ia menjadi Pemandu Acara Acara Kongkow Bareng Gus Dur-talkshow rutin tiap hari Sabtu pukul 10.00-11.00 WIB bersama mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid-di KBR68H, Jakarta dan disiarkan lebih dari 70 radio jaringan di Indonesia, acara Kongkow ini berlangsung dari November 2005 sampai menjelang Gus Dur wafat tahun 2009.


Kebudayaan, Lintas Agama dan Kesejahteraan Satwa

Ia bergabung dengan Komunitas Kesenian dan Kebudayaan Komunitas Utan Kayu (2005-2008) dan Komunitas Salihara (2008-2017). Selain itu ia juga aktif dalam organisasi lintas agama, advokasi hak-hak sipil, toleransi dan hak-hak asasi manusia. Ia juga salah satu pendiri organisasi Garda Satwa Indonesia (GSI) sejak tahun 2012 yang peduli terhadap hak-hak dan kesejahteraan satwa.


Analis Politik di Televisi

Dia juga sering tampil di televisi sebagai Analis Politik Timur Tengah dan isu-isu keislaman khususnya radikalisme dan terorisme untuk media televisi di Indonesia: SCTV, Metro TV, Trans-7, dan TVOne, Kompas TV, tahun 2008-sekarang.


Karya
  • "Kontekstualisasi Islam dalam Peradaban" (Kumpulan tulisan bersama), Penerbit Forum Silaturahmi Keluarga Madura (Fosgama), Cairo Mesir, 2002.
  • "Menyoal Agama, Menggugat Mahasiswa" (Kumpulan tulisan bersama), Penerbit Ikatan Keluarga Besar Al-Amien (IKBAL) Korda Cairo Mesir, 2003.
  • "Dari Jihad Menuju Ijtihad" (Tulisan bersama), Penerbit Lembaga Studi Islam Profresif (LSIP), Jakarta, 2003.
  • "Mendobrak Tradisi" (Kumpulan tulisan bersama), Penerbit Buku KOMPAS, Jakarta 2004.
  • "Kala Fatwa Jadi Penjara" (Kumpulan tulisan bersama), Penerbit The Wahid Institute Jakarta, 2006.
  • "Ustadz, Saya Sudah di Surga" (Kumpulan kolom), Penerbit KataKita Jakarta, 2007.
  • "Muslim Feminis: Polemik Kemunduran dan Kebangkitan Islam", Penerbit Freedom Institute, Jakarta, 2010 yang merupakan mas-kawin pernikahannya dengan Nong Darol Mahmada.
  • "Syahadat Cinta Rabiah Al-Adawiyah", Penerbit Rehal Pustaka, Jakarta, 2011.
  • "Islam Tanpa Diskriminasi, Menegakkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin",*Penerbit Rehal Pustaka, Jakarta, 2013.
  • "Islam Kita Islam Nusantara" (e-book), Ciputat School, Jakarta, 2015.
  • "Risalah Ramadhan, Puasa dan Idul Fitri" (e-book, tulisan bersama), Digiumm Jakarta, 2016
  • Terjemahan: "Qabûlul al-Âkhar" Karya Penulis Koptik Mesir Milad Hanna, edisi terjemahan: "Menyongsong yang Lain, Membela Pluralisme", 2005.

Pranala Luar

Sumber: id.wikipedia.org
Baca Selengkapnya
Profil & Biodata Sandiaga Uno - Pengusaha dan Politikus Indonesia

Profil & Biodata Sandiaga Uno - Pengusaha dan Politikus Indonesia

Sandiaga Uno bersama Isteri, Nur Asia
Sandiaga Uno bersama Isteri, Nur Asia
H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A. adalah pengusaha dan politikus Indonesia. Ia memenangkan pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2017 bersama dengan Anies Baswedan, dan memulai masa jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pada bulan Oktober 2017. Sering hadir di acara seminar-seminar, Sandiaga Uno yang berdarah Gorontalo ini kerap memberikan pembekalan tentang jiwa kewirausahaan (entrepreneurship), utamanya pada pemuda.

Sandiaga Uno lahir di Pekanbaru, Riau, 28 Juni 1969 sebagai anak bungsu dari dua bersaudara dari pasangan Razif Halik Uno dan Rachmini Rachman. Ayahnya bekerja di perusahaan Caltex di Riau dan ibunya terkenal sebagai pakar pendidikan kepribadian.

Setelah ayahnya tidak lagi bekerja di Caltex, keluarga Sandiaga Uno pindah ke Jakarta sekitar tahun 1970-an. Sandi mengenyam pendidikan di SD PSKD, SMPN Jakarta, dan SMA Katolik. Setelah itu, Sandi Uno kuliah ke Amerika Serikat.

Pada tahun 1990, Sandiaga Salahudin Uno lulus dari Wichita State University, Amerika Serikat, mengambil Bachelor of Business Administration. Kemudian dia bekerja selama setahun menjadi karyawan Bank Summa. Di sini ia bertemu dan berguru dengan konglomerat William Soeryadjaya pemilik Bank Summa.

Setahun kemudian ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Universitas George Washington, Amerika Serikat. Ia lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,00.

Setelah itu, dia bekerja di Seapower Asia Investment Limited di Singapura  sebagai manajer investasi sekaligus di MP Holding Limited Group sejak tahun 1994.

Setahun kemudian, ia pindah ke NTI Resources Ltd di Kanada dan menjabat sebagai executive vice president. Kariernya pun terhalang oleh krisis moneter pada tahun 1997. Dia tidak melanjutkan kerjanya karena kantor tempat kerjanya terkena krisis dan sejak itu dia menjadi penganggguran dan tinggal di rumah orang tuanya.

Sandiaga Uno memulai usahanya setelah sempat menjadi seorang pengangguran ketika perusahaan yang mempekerjakannya bangkrut. Bersama rekannya, ia mendirikan sebuah perusahaan di bidang keuangan, PT Saratoga Advisor. Usaha tersebut terbukti sukses dan telah mengambil alih beberapa perusahaan lain. Pada tahun 2009, ia tercatat sebagai orang terkaya urutan ke-29 di Indonesia menurut majalah Forbes. Tahun 2011, Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di Indonesia. Ia menduduki peringkat ke-37 dengan total kekayaan US$ 660 juta.


Olahraga

Selain dunia bisnis, ia dikenal sebagai penggemar dunia olahrga, khususnya lari. Sandiaga Uno pernah keliling dunia dan berpartisipasi di 6 World Major Marathons New York (2011), Berlin (2012), Tokyo (2014), Chicago (2014), Boston (2015) dan London (2015). Ketika usianya 47 tahun, Sandi diangkat sebagai Ketua Umum Persatuan Renang Seluruh Indonesia menggantikan Hilmi Panigoro.


Politik

Sukses di dunia usaha dan olahraga, ia pun melirik ke dunia politik. Ia didaulat menjadi pengurus Partai Gerindra oleh Prabowo Subianto. Pada Pilgub DKI 2017, ia maju sebagai calon wakil gubernur DKI. Ia pun rajin blusukan untuk menyapa warga DKI Jakarta. Pada 16 Oktober 2017, ia bersama pasanganya Anies Baswedan dilantik sebagai Gubernur-Wakil Gubenur DKI 2017-2020.


Menjadi pendamping Prabowo

Sandiaga Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta akhirnya maju dan terpilih menjadi Cawapres Prabowo di Pilpres 2019.


Biodata Sandiaga Salahuddin Uno:

Wakil Gubernur DKI Jakarta ke-10, Masa jabatan: 16 Oktober 2017 – 10 Agustus 2018

Informasi pribadi
  • Lahir: Sandiaga Salahuddin Uno, 28 Juni 1969
  • Partai politik: Partai Gerindra (sampai 2018)
  • Pasangan: Nur Asia
  • Anak: Anneesha Atheera Uno , Amyra Atheefa Uno , Sulaiman Saladdin Uno
  • Orang tua : Razif Halik ("Henk") Uno (ayah), Rachmini Rachman ("Mien") Uno (ibu)
  • Kerabat: Raden Abdullah Rachman (kakek), Siti Koersilah (nenek)
  • Alma mater: Wichita State University (1990), George Washington University (1992)
  • Pekerjaan: Pengusaha, Politisi
  • Situs web: sandiaga-uno.com

Pendidikan:
  • SD PSKD Bulungan
  • SMPN 12 Wijaya
  • SMA Pangudi Luhur
  • Bachelor of Business Administration, The Wichita State University, Kansas, AS, 1990 
  • Master of Business Administration, The George Washington Univ., Washington, AS, 1992 

Karir
  • Summa Group, Jakarta, Mei 1990 – Juni 1993
  • PT Recapital 1997 - 2007
  • Seapower Asia Investment Limited, Singapura, Juli 1993 – April 1994
  • MP Holding Limited Group, Singapura, Mei 1994 – Agustus 1995
  • NTI Resources Limited, Calgary, Canada, September 1995 – April 1998
  • PT Saratoga Investama Sedaya, April 1998 – Juni 2015
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta, 2017-2020

Organisasi:
  • HIPMI Jaya 1999-2001
  • HIPMI Gorontalo
  • HIPMI Pusat
  • KADIN

Penghargaan:
  • Indonesian Entrepreneur of the Year, 2008
  • 150 orang terkaya versi Globe Asia, 2009
  • Orang terkaya nomor 37 di Indonesia, Majalah Forbes, 2011
  • Orang terkaya ke-63 di Indonesia versi Globe Asia
Baca Selengkapnya
Profil & Biodata Mardani Ali Sera - Akademisi dan Politikus PKS

Profil & Biodata Mardani Ali Sera - Akademisi dan Politikus PKS

Mardani Ali Sera
Dr. Mardani Ali Sera, MEng atau biasa dikenal Mardani adalah seorang akademisi dan politisi Indonesia. Saat ini, ia menjabat sebagai anggota DPR-RI dan dosen untuk Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta.

Mardani Ali Sera lahir di Jakarta, 9 April 1968 dari pasangan M. Ali Sera dan Rohati. Ia menghabiskan masa kecilnya di Galur, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Pendidikan dasar hingga menengahnya diselesaikan di Jakarta. Saat bersekolah di SMA Negeri 1 Jakarta, Ia aktif berorganisasi melalui ekstrakurikuler kerohanian Islam (Rohis) dan pernah diamanahkan sebagai Ketua Seksi Rohis untuk OSIS.

Memasuki jenjang perguruan tinggi, Mardani diterima di program sarjana Jurusan Teknik Mesin, Universitas Indonesia pada 1994. Selama di kampus, ia aktif dalam bidang komunikasi media sebagai jurnalis FTUI. Karir politiknya ia awali dalam pergerakan tarbiah sewaktu kuliah di Universitas Indonesia.

Sewaktu masih kuliah, ia menikahi istrinya, Siti Oniah pada 8 September 1991. Setelah lulus dari UI, Mardani mulai mengajar untuk Universitas Mercu Buana. Tamat S-1, ia melanjutkan pendidikan pasca-sarjana dan doktoral di Universitas Teknologi Malaysia, masing-masing diselesaikan pada 2000 dan 2004 dengan jurusan yang sama yakni teknik mesin.

Mardani menjabat sebagai anggota DPR-RI dua periode, meskipun hasil pemilihan umum legislatif Indonesia 2009 dan 2014 tidak mengantarnya ke DPR. Pada 2011, Mardani dilantik sebagai anggota DPR menggantikan Arifinto yang mengundurkan diri. Pada 2017, Mardani mengisi kekosongan kursi yang ditinggalkan Saduddin.


PKS

Pada masa awal pendirian Partai Keadilan (PK), Mardani duduk sebagai anggota Pusat Informasi Partai (PIP) di Johor Baru, Malaysia. Pada 2000, ia masuk dalam kepengurusan PIP ketika PK telah berganti nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sejak kembali ke Tanah Air pada 2003, Mardani terlibat dalam kepengurusan partai mulai dari tingkat kecamatan hingga pusat. Pada 2005, ia diangkat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP PK sampai 2010.

Sejak 2011, ia diamanahkan sebagai Ketua DPP PKS Bidang Koordinasi Kehumasan. Di internal PKS, sosoknya terkenal dengan disiplin dalam administrasi, dianggap sebagai sosok yang sangat taat hukum dan aturan.

Menjelang pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2017, PKS sempat mendeklarasikan Mardani sebagai bakal calon untuk dipasangkan dengan Sandiaga Uno. Namun, memasuki hari pendaftaran calon, PKS yang berkoalisi dengan Gerindra mengumumkan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai kandidat yang diusung dalam pemilihan. Walaupun urung maju dalam pemilihan, Mardani dianggap memiliki kebesaran hati karena bersedia megetuai tim pemenangan dan pada saat yang sama PKS tak memaksakan mencalonkan kader sendiri. Saat Anies dan Sandiaga dinyatakan menang dalam hitung cepat, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyebut Mardani sebagai "panglima pemenangan". Mardani dianggap secara cerdas mampu membuat akar rumput PKS di Jakarta rapat dan solid memenangkan Anies–Sandi.


Calon pengganti Sandiaga Uno sebagai Wagub DKI

Dikutip dari kompas.com, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera menjadi salah satu nama yang diajukan PKS untuk menjadi wakil gubernur (Wagub) DKI Jakarta menggantikan posisi Sandiaga Salahuddin Uno yang menjadi bakal calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto untuk Pemilihan presiden dan wakil presiden 2019.

(Baca: "Profil & Biodata Sandiaga Uno - Pengusaha dan Politikus Indonesia")

Sebelumnya PKS telah mengajukan Mardani sebagai Ketua Tim Pemenangan pasangan bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden Prabowo Subianto-Saniaga Uno. Mardani diusulkan bersama dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) sebagai tim sukses.


Kehidupan pribadi

Mardani menikah dengan Siti Oniah pada 8 September 1991. Keluarga itu memiliki sembilan orang anak, empat putra dan lima putri.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Mardani_Ali_Sera
Baca Selengkapnya
Tokoh Tokoh Dalam Pertempuran Bojongkokosan

Tokoh Tokoh Dalam Pertempuran Bojongkokosan

Para Pejuang yang gugur dalam pertempuran Melawan tentara sekutu / Inggris pada tanggal 9 Desember 1945
Pertempuran Bojong Kokosan adalah pertempuran yang terjadi ketika konvoi tentara Inggris (Sekutu) yang hendak memperkuat pasukannya di Bandung disergap para pejuang Indonesia di Bojong Kokosan, Sukabumi. Peristiwa di Bojong Kokosan merupakan salah satu faktor penyebab dari peristiwa Bandung Lautan Api pada 24 Maret 1946. Hal ini disebabkan karena ditinjau dari strategi nasional, daerah jalur Jakarta-Bogor-Sukabumi-Bandung merupakan urat nadi kekuatan sekutu untuk menguasai daerah yang dilalui jalur tersebut.

Para pejuang Sukabumi melawan tentara Inggris dan Nederlandsch Indie Civil Administratie (NICA) yang datang dari arah Bogor menuju ke Sukabumi, dengan kekuatan satu batalyon. Pertempuran ini terjadi sebanyak dua kali. Pertempuran pertama terjadi sejak 9 hingga 12 Desember 1945 dan tidak menimbulkan banyak korban. Pertempuran kedua terjadi pada tanggal 10 hingga 14 maret 1946 dan merupakan pertempuran yang menelan banyak korban baik bagi pihak pribumi maupun penjajah. Bojongkokosan berlokasi di Jalan Siliwangi nomor 75, kecamatan Parungkuda, kabupaten Sukabumi.

Kabar yang diterima para pejuang menyebutkan bahwa pasukan Sekutu yang hendak menuju Bandung 'hanya' terdiri dari seratusan orang yang dikawal beberapa kendaraan lapis baja dan persenjataan modern. Sekitar pukul 15.00, kendaraan pengawal konvoi Sekutu terjebak lubang yang disiapkan oleh para pejuang di jalan yang diapit dua tebing di Bojong Kokosan. Pertempuran sengit ini terjadi selama sekitar dua jam, sebelum akhirnya tentara Sekutu bisa melanjutkan perjalanannya, meskipun sepanjang jalan masih terjadi tembak-menembak. Desa-desa di sekitar arena pertempuran yang ditinggalkan ini kemudian dibombardir oleh pasukan udara Kerajaan Inggris (Royal Air Force).

Penyergapan tentara yang dikawal beberapa kendaraan lapis baja jenis Stuart ini menewaskan 50-an tentara Inggris dan melukai seratusan lainnya, sementara 30-an lainnya hilang. Banyaknya korban di pihak Inggris menimbulkan perdebatan di Parlemen Inggris dan mengundang perhatian dunia.

Tokoh Tokoh Dalam Pertempuran Bojongkokosan dapat dilihat di Ruang Pameran I Museum Bojong Kokosan Jl. Siliwangi No. 75, Parung Kuda, Kabupaten Sukabumi. Berikut ini nama –nama pahlawan yang gugur di medan perang dalam Pertempuran Bojong Kokosan:


Para Pejuang yang gugur dalam pertempuran Melawan tentara sekutu / Inggris pada tanggal 9 Desember 1945
  1. Sab'an, pangkat: Sersan TKR
  2. Aceng, pangkat: Prajurit TKR
  3. Subagyo, pangkat: Prajurit TKR
  4. Didi, pangkat: Prajurit TKR
  5. Cecep, pangkat: Prajurit TKR
  6. Hadi, pangkat: Prajurit TKR
  7. Dar'i Bin Ukik, pangkat: Prajurit TKR
  8. Madsari bin Enung, pangkat: Prajurit TKR
  9. Koko bin Oceh, pangkat: Prajurit TKR
  10. Karta bin H. Pahbudin, pangkat: Prajurit TKR
  11. Acep Jaenudin, pangkat: Prajurit TKR
  12. Acep Sugandi, pangkat: Prajurit TKR
  13. Sobari, pangkat: Prajurit TKR
  14. Dana bin Safe'i, pangkat: Prajurit TKR
  15. Udi, pangkat: Prajurit TKR
  16. Rapi, pangkat: Prajurit TKR
  17. Jarkasih, pangkat: Prajurit TKR
  18. Aping Tolib, pangkat: Prajurit TKR
  19. Ukoh, pangkat: Prajurit TKR
  20. Hamzah, pangkat: Prajurit TKR
  21. Sahuri, pangkat: Prajurit TKR
  22. Madkosih, pangkat: Prajurit TKR
  23. Munajat, pangkat: Prajurit TKR
  24. Mu'in, pangkat: Laskar Hizbullah
  25. Sukanta, pangkat: Laskar Hizbullah
  26. H. Ma'mun, pangkat: Laskar Hizbullah
  27. Tidak Dikenal
  28. Tidak Dikenal
Baca Selengkapnya
Profil Wilhelmus Rollo - Calon Anggota DPD Asal Papua yang Hartanya Capai Rp 20 Triliun

Profil Wilhelmus Rollo - Calon Anggota DPD Asal Papua yang Hartanya Capai Rp 20 Triliun

emas batangan
Beberapa hari terakhir ini tersiar kabar mengejutkan dari wilayah timur Indonesia. Seorang calon anggota anggota Dewan perwakilan Daerah (DPD) asal Papua, Wilhelmus Rollo, disebutkan memiliki harta kekayaan hingga Rp 20 triliun.

Menurut kabar yang beredar, harta kekayaan Wilhelmus yang cukup besar itu diduga berasal dari aset berupa satu bidang tanah.  Namun kabar tersebut tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai tanah yang dimaksud. Kabar yang beredar, di sebidang tanah itu diduga mengandung emas yang belum dirtambang. Tapi soal ini masih dugaan, belum terkonfirmasi.

Harta kekayaan Wilhelmus ini diketahui dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang telah diserahkan ke KPK. Dalam laman LHKPN yang diakses melalui situs www.kpk.go.id, total harta yang dilaporkan oleh Wilhelmus nilainya mencapai Rp 20.005.765.593.909.

Seperti dipantau dari laman kpk.go.id/id/pantau-pilkada-dpd, tercatat ada 510 bacaleg yang sudah melaporkan harta kekayaannya. Wilhelmus tercatat menjadi bacaleg DPD dengan harta yang paling besar berdasarkan data dari laman tersebut.

Bacaleg kedua dengan harta kekayaan selanjutnya adalah Muhammad Aunul Hadi Idham Cholid. Bacaleg dari daerah Kalimantan Selatan itu mempunyai harta Rp 474.232.668.000 dengan status masih dalam verifikasi.

Ketua DPD sekaligus Ketua Umum Hanura, Oesman Sapta Odang, menjadi bacaleg selanjutnya dengan harta kekayaan terbanyak. Ia tercatat mempunyai harta Rp 449.490.497.196 dengan status sudah terverifikasi lengkap.
Baca Selengkapnya