Home » , » John Locke - Filsuf Negara Liberal

John Locke - Filsuf Negara Liberal

John Locke
John Locke
Lahir: 29 Agustus 1632 Wrington, Somerset, Inggris

Meninggal: 29 Agustus 1632 Essex, Inggris

Era: Filsafat Modern

Aliran: Empirisme Inggris, Kontrak Sosial, Hukum Alam

Minat utama: Metafisika, Epistemologi, Filsafat Politik, Pendidikan

Gagasan penting: Tabula rasa, keadaan alamiah; hak-hak dasariah, kebebasan dan hak milik
John Locke adalah seorang filsuf dari Inggris yaqng Lahir di Wrington, Somerset, Inggris pada 29 Agustus 1632 dan meninggal di Essex, Inggris pada 29 Agustus 1632 . Ia menjadi salah satu tokoh utama dari pendekatan empirisme. Selain itu, di dalam bidang filsafat politik, Locke juga dikenal sebagai filsuf negara liberal. Bersama dengan rekannya, Isaac Newton, Locke dipandang sebagai salah satu figur terpenting di era Pencerahan. Selain itu, Locke menandai lahirnya era Modern dan juga era pasca-Descartes (post-Cartesian), karena pendekatan Descartes tidak lagi menjadi satu-satunya pendekatan yang dominan di dalam pendekatan filsafat waktu itu. Kemudian Locke juga menekankan pentingnya pendekatan empiris dan juga pentingnya eksperimen-eksperimen di dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

Tulisan-tulisan Locke tidak hanya berhubungan dengan filsafat, tetapi juga tentang pendidikan, ekonomi, teologi, dan medis. Karya-karya Locke yang terpenting adalah "Esai tentang Pemahaman Manusia" (Essay Concerning Human Understanding), "Tulisan-Tulisan tentang Toleransi" (Letters of Toleration), dan "Dua Tulisan tentang Pemerintahan" (Two Treatises of Government).


Pemikiran

Tentang pengetahuan

Salah satu pemikiran Locke yang paling berpengaruh di dalam sejarah filsafat adalah mengenai proses manusia mendapatkan pengetahuan. Ia berupaya menjelaskan bagaimana proses manusia mendapatkan pengetahuannya. Menurut Locke, seluruh pengetahuan bersumber dari pengalaman manusia. Posisi ini adalah posisi empirisme yang menolak pendapat kaum rasionalis yang mengatakan sumber pengetahuan manusia yang terutama berasal dari rasio atau pikiran manusia. Meskipun demikian, rasio atau pikiran berperan juga di dalam proses manusia memperoleh pengetahuan. Dengan demikian, Locke berpendapat bahwa sebelum seorang manusia mengalami sesuatu, pikiran atau rasio manusia itu belum berfungsi atau masih kosong. Situasi tersebut diibaratkan Locke seperti sebuah kertas putih (tabula rasa) yang kemudian mendapatkan isinya dari pengalaman yang dijalani oleh manusia itu. Rasio manusia hanya berfungsi untuk mengolah pengalaman-pengalaman manusia menjadi pengetahuan sehingga sumber utama pengetahuan menurut Locke adalah pengalaman.


Tentang negara

Pandangan Locke tentang negara terdapat di dalam bukunya yang berjudul "Dua Tulisan tentang Pemerintahan" (Two Treatises of Civil Government). Ia menjelaskan pandangannya itu dengan menganalisis tahap-tahap perkembangan masyarakat. Locke membagi perkembangan masyarakat menjadi tiga, yakni keadaan alamiah (the state of nature), keadaan perang (the state of war), dan negara (commonwealth).


Tentang agama

Pandangan Locke mengenai agama bersifat deistik. Ia menganggap agama Kristen adalah agama yang paling masuk akal dibandingkan agama-agama lain, karena ajaran-ajaran Kristen dapat dibuktikan oleh akal manusia. Pengertian tentang Allah juga disusun oleh pembuktian-pembuktian. Locke berangkat dari kenyataan bahwa manusia adalah makhluk berakal budi, sehingga pastilah disebabkan karena adanya 'Tokoh Pencipta' yang mutlak dan maha kuasa, yaitu Allah. Ia meyakini bahwa Alkitab ditulis oleh ilham Ilahi, namun ia juga menyatakan bahwa setiap wahyu Ilahi haruslah diuji oleh rasio manusia.


Akhir hidup

Pada bulan Juni 1700, Locke pensiun dari pekerjaannya di pemerintahan. Ia menjalani sisa kehidupannya selama 4 tahun dengan tenang dan tidak terlalu sering mengunjungi London. Meskipun demikian, Locke masih mengerjakan tulisan lainnya yang berjudul "Parafrase dan Catatan terhadap Surat-Surat Rasul Paulus" (Paraphrase and Notes on the Epistles of St Paul). Karya ini menyatakan kedalaman karakter religius dari pemikiran Locke.

Kesehatan Locke makin menurun dalam tahun-tahun terakhir kehidupannya dan ia menderita penyakit asma. Kunjungan terakhirnya ke London pada bulan Januari 1698 karena dipanggil oleh Raja William III membuat kesehatannya semakin buruk.

Bulan-bulan akhir tahun 1704 merupakan saat-saat terakhir kehidupannya. Ia meninggal tanggal 28 Oktober 1704 dan dikuburkan di High Laver.


Bibliografi karya-karya utama Locke
  • (1689) "Sebuah Surat Perihal Toleransi" (A Letter Concerning Toleration)
  • (1690) "Surat Kedua Perihal Toleransi" (A Second Letter Concerning Toleration)
  • (1692) "Surat Ketiga Perihal Toleransi" (A Third Letter for Toleration)
  • (1689) "Dua Tulisan tentang Pemerintahan" (Two Treatises of Government)
  • (1690) "Essay Perihal Pengetahuan Manusia" (An Essay Concerning Human Understanding)
  • (1693) "Beberapa Pemikiran Perihal Pendidikan" (Some Thoughts Concerning Education)
  • (1695) "Kerasionalan Agama Kristen, sebagaimana Dikatakan di dalam Alkitab" (The Reasonableness of Christianity, as Delivered in the Scriptures)
  • (1695) "Mempertahankan Kerasionalan Agama Kristen" (A Vindication of the Reasonableness of Christianity)

Manuskrip yang belum dipublikasikan atau dipublikasikan setelah neninggal
  • (1660) "Traktat Pertama tentang Pemerintahan" (First Tract of Government atau the English Tract)
  • (sekitar tahun 1662) "Traktat Kedua tentang Pemerintahan (Second Tract of Government atau the Latin Tract)
  • (1664) "Pertanyaan-Pertanyaan Perihal Hukum Alam" (Questions Concerning the Law of Nature) *(1667) "Essay Perihal Toleransi" (Essay Concerning Toleration)
  • (1706) "Mengenai Proses Mencapai Pemahaman" (Of the Conduct of the Understanding)
  • (1707) "Parafrase dan Catatan-Catatan terhadap Surat-Surat Rasul Paulus" (A Paraphrase and Notes on the Epistles of St. Paul)

Sumber: Wikipedia