Home » , » Biografi Hamzah Haz - Wakil Presiden Indonesia ke-9

Biografi Hamzah Haz - Wakil Presiden Indonesia ke-9

Hamzah Haz
Dr. H. Hamzah Haz
Wakil Presiden Indonesia ke-9 
Masa jabatan: 26 Juli 2001 - 20 Oktober 2004 

 Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia ke-7 
Masa jabatan: 26 Oktober 1999 - 26 November 1999 

Informasi pribadi 
Lahir: 15 Februari 1940 (umur 74) Ketapang, Kalimantan Barat, Hindia Belanda 
Kebangsaan: Indonesia 
Partai politik: PPP 
Agama: Islam

Dr. H. Hamzah Haz, MA, P.hD. adalah Wakil Presiden Republik Indonesia kesembilan yang menjabat sejak tahun 2001 bersamaan dengan naiknya Megawati Soekarnoputri menjadi Presiden Republik Indonesia. Dalam kepartaian, Hamzah Haz menjabat sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tahun 1998-2007.

Riwayat Awal

Hamzah Haz lahir di Ketapang, Kalimantan Barat pada 15 Februari 1940; umur 74 tahun. Sekolah di SMP, Pontianak, Kalimantan Barat. Lalu Pada 1961 melanjutkan ke Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) di Pontianak, setelah lulus, ia menjadi Wartawan surat kabar Bebas, Hamzah pernah kuliah di Yogyakarta sampai lulus pada 1965 dan melanjutkan kuliah di Jurusan Ilmu Perusahaan Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura. Selama menuntut ilmu di Pontianak, beliau juga merupakan Ketua Presidium KAMI Konsulat Pontianak.

Karier

Pada tahun 1971 Hamzah pernah menjadi Wakil Ketua DPW Nahdlatul Ulama (NU) Kalimantan Barat, setelah itu dia menjadi wakil rakyat bagi NU pada tahun itu juga. Pasca terjadinya fusi antara Nahdlatul Ulama (NU) dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Hamzah aktif bergerak menjadi anggota DPR bagi PPP serta menjadi pengurus penting PPP sampai akhirnya menjabat mejadi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan itu.

Menteri Negara Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) - Oleh Presiden Habibie, pada 1998 Hamzah Haz diangkat menjadi Menteri Negara Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), namun ia mengundurkan diri setelah satu tahun menjabat akibat desakan masyarakat agar pimpinan partai tidak menjabat menteri.

Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat - Namun ketika Presiden Abdurrahman Wahid memintanya menjadi menteri pada Kabinet Persatuan Nasional sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, dia kembali menerima amanat tersebut, dan kembali pada 26 November 1999 Hamzah kembali mengundurkan diri dengan alasan yang sama dan ingin fokus ke partai. Aksi pengunduran itu juga merupakan aksi pengunduran diri pertama dalam kabinet Persatuan Nasional setelah Hamzah hanya menjabat selama dua bulan.

Wakil Presiden Republik Indonesia - Puncak karier politik Hamzah Haz adalah ketika ia berhasil menjabat menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia menggantikan Megawati Soekarnoputri yang saat itu naik jabatan menjadi Presiden Republik Indonesia menggantikan Presiden Abdurrahman Wahid yang diberhentikan melalui Sidang Istimewa MPR yang dipimpin Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat saat itu, Amien Rais.

Dalam pemilihan Wakil Presiden yang dilakukan oleh 700 orang anggota MPR tersebut, Hamzah Haz berhasil unggul dari Susilo Bambang Yudhoyono dan Akbar Tandjung.

Pada Pemilu 2004, Partai Persatuan Pembangunan meraih posisi keempat, berada di bawah Partai Kebangkitan Bangsa dengan 8,15% suara, sehingga Hamzah Haz dicalonkan sebagai calon presiden oleh partainya, PPP, berpasangan dengan Agum Gumelar sebagai calon wakil presiden, namun ia kalah dengan perolehan suara hanya 3%.

Pemikiran

Hamzah Haz banyak diduga memiliki hubungan dengan para tentara muslim terutama akibat hubungan baiknya dengan KH. Abu Bakar Ba'asyir dengan tujuan untuk mencari dukungan suara agar memilihnya menjadi Presiden Republik Indonesia pada Pemilu 2004.

Hamzah Haz juga sempat mengungkapkan bahwa Amerika Serikat adalah teroris, yang menjadi kontroversi dimana-mana.

Menjelang Pemilu 2014, Hamzah Haz mengungkapkan bahwa suatu hal yang nasionalis dan agamis patut untuk digabungkan agar berhasil memimpin Indonesia 5 tahun ke depan, Ungkapan tersebut sejalan dengan dukungan Hamzah kepada Joko Widodo (Jokowi) agar mencalonkan diri menjadi presiden pada Pemilu 2014 dan juga imbauan untuk Jokowi agar memilih Wakil Presiden dari jajaran Agamawan.

Kehidupan Pribadi

Hamzah Haz memiliki dua orang istri yaitu Asmaniah dan Titin Kartini, dan memiliki 12 anak dan salah satunya, Nur Agus Haz merupakan anggota DPR dari PPP. Hamzah Haz bergelar PhD (S3 / doktoral) dari American World University, sebuah institusi pabrik ijazah.

Pendidikan dan Karir
Pendidikan 
  • SMP, Pontianak, Kalimantan Barat. 
  • SMEA, Pontianak, Kalimantan Barat. 
  • Akademi Koperasi Negara, Yogyakarta (1962). 
  • Jurusan Ekonomi Perusahaan Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura,Pontianak (tingkat V, 1970). 
Karir 
  • Guru SM Ketapang (1960-1962). 
  • Wartawan suratkabar Bebas, Pontianak, Kalimantan Barat (1960-1961). 
  • Pimpinan Umum Harian Berita Pawau, Kalimantan Barat. Ketua PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, (1962). 
  • Ketua Badan Pemeriksa Induk Koperasi Kopra Indonesia (1965-1970). 
  • Ketua Presidium KAMI Konsulat Pontianak (1968-1971). 
  • Asisten Dosen di Universitas Tanjungpura Pontianak (1968-1971). 
  • Anggota DPRD Tk I Kalimantan Barat (1968-1971). 
  • Anggota DPR RI (1971-2001). 
  • Menteri Negara Investasi/Kepala BKPM (1998-1999). 
  • Wakil Ketua DPR (1999-2001). Menko Kesra dan Taskin (1999). 
  • Wakil Presiden RI (26 Juli 2001-2004).