Home » » Muhammad bin Muslim bin Ubaidillah bin Abdullah - Tabi'in yang Miliki Hafalan Kuat dalam Hadits

Muhammad bin Muslim bin Ubaidillah bin Abdullah - Tabi'in yang Miliki Hafalan Kuat dalam Hadits

Masjid Al Samha, Abu Dhabi, U.A.E
Masjid Al Samha, Abu Dhabi, U.A.E. [Foto: Syed M Rafiq] 
Abu Bakar Muhammad bin Muslim bin Syihab Az-Zuhri, termasuk shighar at-tabi’in (tabi’in junior) Beliau adalah seorang yang kaya lagi dermawan. Beliau memiliki kedudukan yang tinggi di dalam Daulah Bani Umayyah. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengaruniakan kepada beliau kecerdasan yang tinggi dan kekuatan hafal yang mengagumkan, dengan itu semua beliau mendapat kedudukan tinggi terutama dalam bidang ilmu hadis, dan kepada beliau bermuaralah ilmu hadis. Beliaulah orang pertama yang membukukan ilmu hadis atas perintah Khalifah Umar bin Abdul Aziz.


Biografi

Muhammad bin Muslim bin Ubaidillah bin Abdullah dilahirkan di tahun 58 Hijriah, di akhir kepemimpinan Muawiyah. Pada tahun itu juga terjadi kejadian wafatnya Aisyah radhiallahu ‘anha, istri Rasulullah SAW. Ibnu Syihab az-Zuhri tinggal di Ailah sebuah desa antara Hijaz dan Syam, reputasinya menyebar sehingga ia menjadi tempat berpaling bagi para ulama Hijaz dan Syam. Selama delapan tahun Ibnu Syihab az-Zuhri ia tinggal bersama Sa’id bin Al-Musayyab di sebua desa bernama Sya’bad di pinggir Syam. Disana pula ia wafat.

Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Muslim bin Ubaidillah bin Abdullah, sedangkan Az-Zuhri adalah nama panggilan yang disematkan oleh para ulama ahli hadits. Selain Az-Zuhri, dalam beberapa literatur beliau juga disebut dengan nama panggilan Abu Bakar Al-Madani.

Az-Zuhri tumbuh menjadi seorang remaja di sebuah kota kecil di antara hijaz dan syam, bernama Ailah. Dan menghabiskan waktu senjanya di Sya’bad hingga beliau wafat di tahun 124 Hijriah dan dimakamkan disana.

Salah satu sahabatnya bernama Shalih bin Kisan memberikan kesaksian, “Aku menuntut ilmu bersama Az-Zuhri, dia berkata kepadaku: ‘Mari kita tulis apa yang berasal dari Nabi SAW,’ pada kesempatan yang lain dia berkata pula, ‘mari kita tulis apa yang berasal dari sahabat,’ dia menulis dan aku tidak. Akhirnya dia berhasil dan aku gagal.”

Para ulama mengatakan, ketika itu tulis-menulis memang belum menjadi budaya bagi masyarakat arab, karena sebagian besar dari mereka masih ummi (tidak bisa membaca dan menulis) dan menyimpan ilmunya dengan mengandalkan kekuatan hafalan. Namun Az-Zuhri memiliki prinsip beda, beliau tetap menghafal, namun memiliki nilai lebih yakni menulis. Kegigihannya dalam membukukan hadits pun akhirnya mendapat dukungan besar dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Dan Imam As-Suyuthi dalam bait Alfiah-nya mengatakan

"Orang pertama yang membukukan hadits dan atsar adalah ibnu syihab atas perintah umar"

Lebih dari 2200 hadits berhasil dihafal oleh Az-Zuhri, dan beberapa diantaranya tertulis dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih muslim. Beberapa ulama pun memujinya dengan pujian bahwa sanad hadits terkuat adalah yang berasal dari jalur Az-Zuhri dari Salim dari Bapaknya.


Abu Bakar al-Hudzali mengatakan, “Aku telah duduk bermajelis kepada Hasan al-Bashri dan Ibu Sirin, namun aku tidak melihat seorang pun yang semisal dengan Imam Az-Zuhri.”

Bila dibandingkan beliau, maka Hasan al-Bashri dan Ibnu Sirin jauh di atas beliau karena mereka adalah termasuk para tabi’in senior, tetapi ilmu adalah semata-mata anugerah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengaruniakan keutamaan dan rahmat-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki.


Guru-guru beliau

Beliau banyak mengambil ilmu dari para tabi’in senior seperti kepada Sayyidut Tabi’in Sa’id bin Musayyib (Said bin Musayyab), Urwah bin Zubair, Al-Qasim bin Muhammad, Anas bin malik, Aban bin utsman bin affan, Ibrahim bin Abdurrahman bin auf, dan Nafi’ Mula Ibnu Umar.


Murid-murid beliau

Sementara itu, beberapa murid ternama beliau antara lain: Imam Malik bin Anas “Imam Daril Hijrah”, Al-Laits, Zaid bin Aslam,  Sufyan bin Uyainah, Umar bin Abdul Aziz, dan Muhammad bin Al-Munkadir.


Periwayat Hadits

Az-Zuhri meriwayatkan hadits bersumber dari Abdullah bin Umar, Abdullah bin Ja’far, Shal bin Sa’ad, Urwah bin az-Zubair, Atha’ bin Abi Rabah. Ia juga mempunyai riwayat riwayat yang berasal dari Ubadah bin as-Shamit, Abu Hurairah, Rafi’ bin Khudaij, dan beberapa lainnya.

Imam bukhari berpendapat bahwa sanad az-Zuhri yang paling shahih adalah az-Zuhri, dari Salim, dari ayahnya. Sedangkan Abu Bakar bin Abi Syaibah menyatakan bahwa sanadnya yang paling shahih adalah az-Zuhri, dari Ali bin Husain, dari bapaknya dari kakeknya (Ali bin Abi Thalib)”.

Muhammad bin Muslim bin Ubaidillah bin Abdullah wafat di Sya’bad pada tahun 123 H, ada yang mengatakan ia wafat tahun 125 H.

Referensi
http://rafiqjauhary.com/2014/04/15/muhammad-bin-syihab-az-zuhri/
Majalah Al-Furqon Edisi 8 Tahun Ke-11 1433
Biografi az-Zuhri dalam Tahdzib at Tahdzib : Ibn Hajar Asqalani 9/445