Biografi Daud Yordan - Petinju Indonesia

Daud Yordan
Daud "Cino" Yordan adalah petinju profesional Indonesia. Daud Yordan adalah petinju Indonesia yang menjadi juara dunia dua kali versi badan tinju IBO, ia juara pada kelas featherweight dan lightweight pada masa yang berbeda. hingga tahun 2016 ia pemegang  sabuk WBO Asia Pasifik kelas ringan (61,2 kilogram).

Daud Yordan lahir di Ketapang, Kalimantan Barat, Indonesia, 10 Juni 1987. Cino adalah nama julukan pemberian yang diberikan oleh mantan pelatihnya semasa amatir, Carlos Jesus Renate Tores, asal Kuba, merujuk pada kata Chino dalam bahasa Spanyol yang berarti 'Cina', karena wajahnya yang sangat kental khas oriental (Cina). Daud Yordan sendiri dan ayahnya, Hermanus Lay Tjun adalah orang Tionghoa-Indonesia, dan ibunya adalah orang Dayak, Nathalia.

Selain dirinya, kakak dan adik Daud juga berkecimpung di dunia tinju, yakni:
Damianus Yordan (kakak), mantan petinju nasional amatir dan profesional, kini sebagai pelatih Daud
Petrus Yordan (kakak), mantan petinju profesional, sudah pensiun.
Yohanes Yordan (adik), mantan petinju amatir dan profesional, kini sudah pensiun dari tinju, karena menjadi polisi.

Saat masih sebagai petinju muda usia, Daud yang memiliki pukulan keras dan bertanding di kelas bulu, digadang-gadang sebagai juara dunia masa depan dari Indonesia, dan sudah seringkali media di Indonesia mengulas Chris John, juara dunia kelas bulu WBA, agar memberikan kesempatan bertanding kepada Daud Yordan.


Debut di Amerika Serikat

13 September 2008, Cino melakukan debut dalam menjalani karier di Amerika Serikat. Dia mampu tampil cemerlang dan berhasil menundukkan Antonio Meza (Meksiko) dengan angka mayoritas di Las Vegas, dalam partai tambahan pertandingan Juan Manuel Marquez melawan Joel Casamayor.

Cino merupakan petinju Indonesia keempat yang bertanding di AS, dan petinju Indonesia pertama yang berhasil menang di Amerika Serikat. Tiga petinju sebelumnya, Ellyas Pical, Adrian Kaspari, dan Anis Roga, semuanya kalah di Amerika Serikat. Bukan itu saja, karena Cino merupakan petinju Indonesia pertama kali yang dikontrak dengan jangka panjang (selama lima tahun) oleh promotor kaliber dunia, Golden Boy Promotions. Petinju-petinju Indonesia sebelumnya hanya dikontrak untuk sekali pertandingan saja di Amerika Serikat.


Melawan Robert Guerrero

Pertarungan Daud Yordan di Amerika Serikat diadakakan di The Tank, San Jose, California, 7 Maret 2009. Pertarungan dijadwalkan berlangsung selama 12 ronde memperebutkan gelar NABO melawan mantan juara IBF kelas bulu, Robert Guerrero (Amerika Serikat). Daud mampu tampil memikat dan berhasil memasukkan pukulan-pukulan bersih di ronde 1 dan 2, namun sayang pertandingan dihentikan oleh wasit menyusul pendarahan di atas alis mata Guerrero akibat benturan kepala yang tidak sengaja. Karena Guerrero mengaku tidak bisa melihat, maka pertandingan dihentikan, dan hasilnya dinyatakan sebagai "No Contest" (dianggap tidak pernah berlangsung).


Kalah Angka dari Celestino Caballero

10 April 2010, Daud dijadwalkan bertanding memperebutkan gelar kelas bulu interim versi WBA. Pertandingan tetap berlangsung, namun gelar akhirnya dibatalkan oleh WBA menyusul keberatan dari beberapa pihak akan gelar ini. Karena lamanya memperoleh visa Amerika Serikat, Daud Yordan baru tiba di Florida, AS dua hari jelang pertandingan, sehingga mengalami jetlag, bahkan menurut pengakuan Daud, dia tidak bisa tidur sama sekali jelang tanding lawan Caballero. Alhasil, Daud tampil buruk, bahkan sempat terkena knockdown di ronde 2, dan akhirnya dinyatakan kalah angka mutlak setelah melalui pertarungan 12 ronde. Sebenarnya Daud mampu melepaskan hook yang sangat keras kepada Caballero, tetapi karena gaya bertinju Daud monoton dan minim teknik, Caballero berhasil menghindari susulan serangan dari Daud. Emanuel Steward pelatih tinju kenamaan yang menjadi salah satu komentator HBO pada pertandingan ini memuji uppercut Caballero yang dengan sempurna menjatuhkan Daud di ronde ke-2. Daud banyak dikritik karena tidak menggunakan pelatih yang berpengalaman, padahal bakatnya membuat dia berpotensi menjadi petinju yang hebat.


Kalah angka dari Chris John

17 April 2011, Daud Yordan memperoleh kesempatan pertamanya untuk merebut gelar juara dunia, setelah mendapatkan kesempatan bertanding melawan juara dunia WBA kelas bulu sesama asal Indonesia, Chris John. Dalam pertandingan yang dipromotori oleh Raja Sapta Oktohari ini, Chris John behasil menundukkan Daud dalam pertandingan yang berlangsung di Jakarta International Expo. Chris John berhasil mendominasi serta unggul angka secara mutlak atas Daud. Pertandingan ini merupakan kali ke-14 Chris John mempertahankan gelar juara kelas bulu WBA yang diperolehnya sejak tahun 2003, dan menjadi kekalahan kedua yang dialami Daud selama karier profesionalnya.


Menjadi Juara IBO Asia Fasifik

30 Nov 2011 Daud Yordan, menjadi juara IBO Asia Pasifik setelah mengalahkan petinju Amerika Serikat, Frankie Archuleta, di Australia, Rabu, 30 Desember 2011. Daud berhasil memukul KO lawannya pada ronde ke-4.

Sejak ronde pertama, Daud tampil agresif. Bahkan pukulan hook dan uppercut-nya mampu menggoyahkan pertahanan Frankie. Wasit pun sempat memberikan hitungan kepada Frankie yang berlutut di kanvas pada ronde ke-1. Memasuki ronde selanjutnya, Cino, begitu Daud disapa, kian Beringas. Pukulan bertubi-tubinya mampu bersarang di kepala Frankie yang berselisih usia 12 tahun lebih tua. Akhirnya, Frankie, 36 tahun, tak berdaya karena diberondong pukulan Daud pada ronde ke-4. Wasit menghentikan pertandingan lantaran Frankie tak melakukan perlawanan sedikit pun.


Kejuaraan Dunia IBO Kelas Bulu Melawan Lorenzo Villanueva

Daud Yordan berhasil merebut gelar juara dunia tinju kelas bulu versi IBO yang lowong setelah menundukkan petinju asal Filipina, Lorenzo Villanueva dengan TKO pada ronde 2, pada partai tambahan utama pertandingan kejuaraan WBA kelas bulu antara Chris John dan Shoji Kimura di Marina Bay Sands, Singapura, 5 Mei 2012 yang dipromotori oleh Raja Sapta Oktohari dan Dragon Fire Promotions. Pertandingan berjalan sangat menarik walaupun cuma berjalan dua ronde. Villanueva langsung menampilkan gaya slugger, Daud yang menampilkan gaya fighter sempat knock-down terkena hook liar Villanueva. Sadar bahwa lawan memiliki kekuatan dan keberanian, Daud sedikit bermain lebih aman, hasilnya di akhir ronde pertama, begitu hook kanan-kiri Villanueva meleset, Daud dengan kecepatan tangannya meng-counter dengan mendaratkan jab dan straight telak di wajah Villanueva. Beruntung bagi Villanueva, bel akhir ronde pertama berbunyi. Ronde ke-2 berjalan lebih seru, Villanueva dengan percaya diri masih bergaya slugger, sementara Daud berubah menjadi counter puncher. Villanueva ternyata hanya memikirkan kemenangan K.O., tidak ada variasi serangan selain hook kiri dan hook kanan, hal ini memudahkan Daud untuk mengukur ritme permainan Villanueva. Terbukti, saat pukulan hook Villanueva meleset, kali ini bukan hanya jab yang dilepaskan Daud, tetapi hook kiri-kanan seperti yang sering diperagakan lawannya itu. Anehnya Villanueva tetap bergaya slugger yang monoton, kepalanya diam, langkahnya hanya maju, dan serangannya hanya memakai hook. Begitu ada kesempatan meng-counter lagi, Daud melepaskan pukulan kombinasi ke arah rahang kiri-kanan dari Villanueva, knock-down yang terlihat brutal. Villanueva berhasil bangkit sebelum wasit menyelesaikan hitungan. Setelahnya, Daud tidak memberi ampun dan pertandingan berakhir dengan K.O. yang membuat Villanueva terjerembab.


Mempertahankan gelar kelas bulu dunia versi IBO atas Choi Tseveenpurev

Daud Yordan menang angka mutlak atas Choi Tseveenpurev dari Mongolia (berdomisili di Inggris) dalam pertarungan 12 ronde di Marina Bay Sands, Singapura, 9 September 2012 yang juga dipromotori oleh Raja Sapta Oktohari dan Dragon Fire Promotions.


Kehilangan gelar kelas bulu dunia versi IBO dari Simpiwe Vetyeka

Daud Yordan kalah TKO ronde 12 dari petinju Afsel, Simpiwe Vetyeka dalam duel memperebutkan gelar di Indoor Tennis Stadium, Senayan, Jakarta, 14 April 2013. Pada ronde 12, Daud terkena knockdown akibat pukulan Vetyeka, sebelum akhirnya pertandingan dihentikan oleh wasit. Daud terlihat tidak nyaman dengan gaya bertanding musuh yang boxer murni. Walaupun pukulan Vetyeka sangat keras, Vetyeka sangat berhati-hati dalam melepas pukulan. Berbeda dengan Daud yang terlihat tidak sabar dengan daya hindar Vetyeka yang membuat Daud frustasi. Saat ada kesempatan memojokkan Vetyeka, Daud langsung memberondong pukulan yang tidak efektif karena pertahanan Vetyeka sangat rapat. Daud membuat dirinya sendiri kelelahan dengan pukulan sekuat tenaga yang tidak menemui sasaran. Pukulan yang dilepas Vetyeka memang tidak sebanyak yang dilepas Daud, tetapi akurasi pukulannya melampaui akurasi pukulan Daud di pertandingan ini. Daud yang frustasi karena poinnya tertinggal, mengubah gaya menjadi kidal (southpaw), namun justru dia semakin menjadi sasaran pukul yang mudah bagi Vetyeka. Di ronde ke-12, Vetyeka memukul Daud dengan telak, Daud terpeleset, dan wasit menganggap itu knockdown. Sadar semakin jauh poin tertinggal, ditambah kelelahan yang luar biasa, kondisi dan semangat yang menurun, Daud kalah TKO karena tidak mampu memberi perlawanan, wasit melompat menyelamatkan dia dari serangan lawan. Setelah pertandingan, terungkap kabar bahwa Daud kesulitan menjaga berat badannya untuk bertarung di kelas bulu (57,1 kg).


Merebut Gelar kelas ringan (61,2 kilogram) WBO Asia Pasifik

Pada 20 Desember 2014, Daud Yordan Pukul K,O Petinju Filipina Rebut juara WBO Asia Pasifik. Daud "Cino" Yordan, petinju dunia asal Indonesia menang KO setelah menjatuhkan lawannya Ronald Pontillas asal Filipina di ronde ke-5.

Daud berhasil menyabet gelar Juara Dunia Kelas Ringan 61,2 kg Asia Pasifik versi World Boxing Organization (WBO) yang digelar di Gedung Olah Raga (GOR) Pangsuma, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (20/12/2014).

Mulai ronde pertama sampai ronde ketiga, Pontillas yang kalah teknik dan pengalaman tak banyak berkutik. memasuki ronde ketiga pukulan Daud membuat Pontillas langsung mengucurkan darah.

Saat di ronde kelima stamina Pontillas sudah terkuras sehingga membuat daud memperoleh kesempatan, pukulan tangan kanannya membuat Pontillas langsung mencium kanvas. Wasit menghitung mulai menghitung 1-10, namun terlihat  Pontillas tak mampu bangkit. Pertandingan dihentikan dan Daud Yordan dinyatakan menang KO.

Hasil ini membuat Daud berhasil merebut gelar tinju kelas ringan WBO Asia Pacific dan membuka jalur menuju mahkota WBO tingkat dunia.


Mempertahankan gelar kelas ringan (61,2 kilogram) WBO Asia Pasifik 

Pada hari Jumat 5 februari 2016 bertempat di Balai Sarbini, Jakarta. Petinju Indonesia Daud Cino Yordan sukses mempertahankan sabuk WBO Asia Pasifik kelas ringan (61,2 kilogram) usai menang angka mutlak atas petinju Jepang, Yoshitaka Kato. Ketiga juri memberikan poin lebih banyak untuk Cino, 88-84, 97-84, dan 88-83.

Di awal ronde pertama, Cino mencoba bermain agresif dengan pukulan-pukulan jab-nya. Sementara Kato kerap bermain dengan jarak dekat menunggu pertahanan Cino terbuka.

Ronde selanjutnya terlihat Kato mencoba memberikan perlawanan. Sesekali dia terlihat menanduk ke arah pelipis Daud Yordan. Namun, Cino tetap terus melancarkan pukulan-pukulannya, yang belakangan membuat wajah Kato terlihat memar.

Saat memasuki ronde kesembilan terjadi insiden penendukan Kato ke pelipis Cino hingga terluka. Pertarungan sempat dihentikan wasit karena Cino terluka. Dokter dan wasit memutuskan pertarungan harus dihentikan.

Namun, karena luka yang didapat Cino bukan dari pukulan melainkan tandukkan Kato pada ronde kesembilan, angka kedua petinju tetap dihitung. Angka dihitung berdasarkan pertarungan kedua petinju selama sembilan ronde.

Hasilnya Daud Yordan menang mutlak atas Kato, ketiga juri memberikan poin, 88-84, 97-84, dan 88-83 . Dan sabuk WBO Asia Pasifik kelas ringanpun tetap milik Cino.


Sumber: