Home » » Biografi Ahmad Taufik - Wartawan Senior Yang Kritis di Era Orba

Biografi Ahmad Taufik - Wartawan Senior Yang Kritis di Era Orba

Ahmad Taufik adalah wartawan surat kabar Indonesian yang dikenal karena artikelnya yang kritis terhadap rezim Orde Baru saat kepemimpinan Presiden Suharto. Di dunia jurnalistik, Taufik dikenal sebagai wartawan yang produktif. Sejumlah prestasi telah dia torehkan lewat pelbagai karyanya. Semasa hidup Taufik dikenal sebagai jurnalis sekaligus aktivis yang rajin memperjuangkan kebebasan pers. 


Ahmad Taufik lahir pada 12 Juli 1965. Taufik pernah mendapatkan penghargaan International Press Freedom Award dari CPJ pada 1995. Setahun kemudian, tepatnya pada 1996, Taufik mendapat penghargaan Digul Award-Indonesia NGO's Human Rights Award.

Dua tahun kemudian, dia kembali meraih penghargaan Hellmann/Hammet Award dari American Writer, New York.

Tidak hanya sejumlah penghargaan, Taufik juga tercatat sebagai salah satu tokoh sejarah pers Indonesia. Dia merupakan salah satu pendiri organisasi profesi wartawan, Aliansi Jurnalis Independen, yang secara lantang menyuarakan kebebasan pers dan menentang rezim Orde Baru.


Dipenjara

Ahmad Taufik pernah dipenjara bersama dua rekannya, Eko Maryadi dan Danang Kukuh Wardoyo di masa rezim Orde Baru pada tahun 1995 karena menyebarkan majalah Suara Independen. Suara Independen adalah media terbitan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang dilarang beredar oleh pemerintah Orde Baru. Taufik dibebaskan pada tahun 1997 atau setahun menjelang keruntuhan Orde Baru.

Pada tahun 2003 Taufik kembali terlibat persoalan hukum saat bekerja sebagai wartawan Majalah Tempo. Dia bersama dua wartawan Majalah Tempo lain diseret ke pengadilan atas dugaan pencemaran nama baik menyusul terbitnya tulisan berjudul "Ada Tomy di Tenabang" di Majalah Tempo edisi 3-9 Maret 2003.

Artikel tersebut menduga ada sosok taipan Tomy Winata di balik peristiwa kebakaran yang menghancurkan Pasar Tekstil Tanah Abang saat itu. Proses peradilan Taufik cs mendapat sorotan luas. Aktivis dan pekerja media kala itu menyebut peradilan Taufik cs sebagai sebuah catatan mundur bagi kebebasan pers di era Reformasi.


Meninggal Dunia

Ahmad Taufik menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Kamis, 23 Maret 2017 di usia 53 tahun. Taufik wafat di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sekitar pukul 19.00 WIB setelah sempat menjalani perawatan akibat sakit yang dideritanya. Ia sempat menjalani perawatan di RS Medistra akibat mengidap kanker.


Sumber: