Home » » Profil Triharyo Susilo

Profil Triharyo Susilo

Triharyo Susilo
Triharyo Susilo
[www.linkedin.com]
Triharyo Soesilo atau yang lebih akrab dipanggil Hengki adalah alumni jurusan Teknik Kimia dan masuk tahun 1977 dan lulus 1981. Triharyo merupakan Putra almarhum Jenderal Susilo Sudirman (Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan pada Kabinet Pembangunan VI (1993-1998) dan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi pada Kabinet Pembangunan V (1988-1993)).


Karir

Triharyo Soesilo adalah alumni jurusan Teknik Kimia dan masuk tahun 1977. Hengki lulus dari ITB pada tahun 1981 dan kemudian mengambil Master Of Chemical Engineering di University of Arizona dalam bidang perancangan pabrik.

Selama hampir 30 tahun, Hengki meniti karier di PT Rekayasa Industri (Rekind) dari seorang insinyur ahli Proses, sampai menjadi Direktur utama selama 6 tahun dari 2004 sd 2010.

Setelah menyelesaikan kariernya di PT Rekayasa Industri, Hengki kemudian mengemban amanah sebagai Komisaris PT Pertamina (Persero) dari tahun 2010 sampai 2012. Bersama para insinyur Pertamina, Hengki antara lain ikut memecahkan problem ledakan tabung LPG, mendorong percepatan dimulainya proyek Cepu, mempercepat pembangunan Kilang RFCC di Cilacap, mengupayakan pengolahan semaksimal mungkin minyak mentah Indonesia, untuk diolah pada kilang-kilang Pertamina.

Beliau telah malang melintang di sektor energi mulai dari migas hingga listrik dari sumber energi terbarukan. Selain pengalaman panjangnya menjadi Dirut Rekayasa Industri sebagai BUMN yang membangun industri, Hengki pernah berperan dalam sektor panas bumi sebagai sumber energi terbarukan yang terbesar potensinya di Indonesia ketika menjadi CEO Supreme Energy, sebagai satu-satunya pengembang swasta panas bumi yang telah melakukan eksplorasi sejak era UU panas bumi yang baru.

Keberanian dan integritasnya juga teruji ketika menjadi Komisaris Pertamina namun harus mental karena langkah-langkahnya mendorong peningkatan kapasitas refinery dianggap mengancam para "mafia migas".

Saat ini Hengki menjabat Project Director for Energy di Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) sebagai organ Kemenko Perekonomian untuk mengawal proyek-proyek infrastruktur prioritas, termasuk kelistrikan 35000 MW.

Tuntasnya masalah PLTU Batang 2x1000 MW, antara lain adalah berkat tangan dingin Hengki mengawal proses negosiasi dengan investor dari Jepang dan mengkoordinasi berbagai stakeholders dalam percepatan pengadaan lahan.


Penghargaan:

Triharyo Susilo pernah mendapat penghargaan "Ganesha Jasa Wiryautama" dari ITB, karena dinilai telah berperan besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.


Hasil karya

Karya-karyanya bersama para insinyur di Rekind adalah: Membangun pabrik-pabrik pupuk, semen, kilang BBM, kilang LNG, pabrik Biodiesel, pipa bawah laut menyeberangi selat sunda, pembangkit listrik yang bertenaga uap, gas, dan panas bumi, serta banyak pabrik-pabrik Petrokimia. Sebagian besar karya-karya tersebut adalah karya perdana putra-putri Indonesia dalam berbagai industri.

Selain di Indonesia, Hengki bersama insinyur Rekind juga membangun pabrik pupuk dan kilang minyak di Malaysia serta pabrik Petrokimia Methanol di Brunei. Pabrik-pabrik tersebut juga merupakan karya-karya pertama putra-putri Indonesia di Luar negeri.

Penyelesaian pembanguan pabrik-pabrik industri yang dilakukan bersama insinyur Rekind, mendapatkan banyak penghargaan, antara lain penghargaan dari Persatuan Insinyur Indonesia, penghargaan ASEAN Engineering award, Asia Pacific Innovation award dan juga penghargaan Rintisan Teknologi yang dianugerahi oleh Presiden SBY.


Dinilai Layak Masuk Bursa Calon Pengganti Archandra Tahar

Di tahun 2016, Triharyo Susiloi dinilai layak masuk dalam bursa calon pengganti Archandra Tahar setelah sebelumnya Presiden Joko Widodo memberhentikan dengan hormat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Archandra Tahar setelah kontroversi terhadap status kewarganegaraannya mencuat.

Pemberhentian itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, dalam konferensi pers singkat yang berlangsung Senin (15/8) malam di Istana Negara.

Presiden Joko Widodo kemudian menunjuk Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya, Luhut Pandjaitan, sebagai pejabat sementara Menteri ESDM sampai diangkat Menteri ESDM yang definitif.


Sumber: www.jpnn.com, "Triharyo Susilo, Alumni ITB Penerima Ganesha Jasa Wiryautama"