Home » , » Biografi Muhammad Iqbal - Penyair, Politisi, dan Filsuf Besar Abad ke-20

Biografi Muhammad Iqbal - Penyair, Politisi, dan Filsuf Besar Abad ke-20

Allamah Muhammad Allama Iqbal
Allamah Muhammad Allama Iqbal
علامہ محمد اقبال
  • Lahir: 9 November 1877 Sialkot, Punjab, British India
  • Meninggal: 21 April 1938 (umur 60) Lahore, Punjab, British India
  • Era: Filsuf abad ke-20
  • Aliran: Sufisme, Islam, Syi'ah, Ismailiyah
  • Minat utama: puisi, filsafat, sufisme
  • Gagasan penting: Teori Dua-Negara
Muhammad Iqbal (Urdu: محمد اقبال) dikenal juga sebagai Allama Iqbal (Urdu: علامہ اقبال), adalah seorang penyair, politisi, dan filsuf besar abad ke-20. Selain itu ia juga seorang ahli hukum, politikus, reformis sosial, dan sarjana Islam yang besar. Orang-orang bahkan menganugerahinya gelar "Shaere-Mashriq" (Penyair dari Timur!).


Kontribusi

Kontribusi Iqbal kepada dunia Muslim sebagai salah satu pemikir terbesar Islam tetap tak tertandingi. Dalam tulisannya, ia berbicara dan mendesak orang, khususnya kaum muda, untuk berdiri dan berani menghadapi tantangan hidup. Tema sentral dan sumber utama pesannya adalah Al-Qur'an.

Iqbal menganggap Qur'an tidak hanya sebagai buku agama (dalam arti tradisional) tetapi juga sumber prinsip dasar yang di atasnya infrastruktur organisasi harus dibangun sebagai sistem yang hidup koheren. Menurut Iqbal, sistem ini hidup ketika diimplementasikan sebagai kekuatan hidup adalah ISLAM. Karena didasarkan pada nilai permanen (absolut) yang terdapat dalam Al Qur'an, sistem ini memberikan harmoni yang sempurna, keseimbangan, dan stabilitas dalam masyarakat dari dalam dan sumber keamanan dan perisai dari luar. Hal ini juga memberikan kebebasan memilih dan kesempatan yang sama untuk pengembangan kepribadian untuk semua orang dalam pedoman Qur'an. Dengan demikian, menurut Iqbal, Islam bukanlah agama di mana individu berusaha untuk berhubungan subjektif pribadi dengan Tuhan dengan harapan keselamatan pribadi seperti yang dilakukan dalam sistem sekuler. Iqbal tegas menentang teokrasi dan kediktatoran dan menganggap mereka bertentangan dengan semangat bebas dari Islam.

Kemanusiaan, secara keseluruhan, tidak pernah menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh besarnya dan kompleksitas masalah manusia, seperti itu menghadapi hari. Masalah telah diambil pada dimensi global sekarang dan melampaui hambatan ras, warna kulit, bahasa, geografi, dan ideologi sosial, politik dan agama. Sebagian besar masalah manusia bersifat universal di alam dan, oleh karena itu, memerlukan pendekatan solusi universal. Pesan yang universal Iqbal merupakan upaya untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh umat manusia.

Allamah Muhammad Allama Iqbal lahir pada 9 November 1877 di Sialkot, Punjab, British India. Ia dianggap sebagai salah satu tokoh paling penting dalam sastra Urdu, dengan karya sastra yang ditulis baik dalam bahasa Urdu maupun Persia. Iqbal dikagumi sebagai penyair klasik menonjol oleh sarjana-sarjana sastra dari Pakistan, India, maupun secara internasional. Meskipun Iqbal dikenal sebagai penyair yang menonjol, ia juga dianggap sebagai "pemikir filosofis Muslim di masa modern".

Buku puisi pertamanya, Asrar-e-Khudi, juga buku puisi lainnya termasuk Rumuz-i-Bekhudi, Payam-i-Mashriq dan Zabur-i-Ajam;; dicetak dalam bahasa Persia pada 1915. Di antara karya-karyanya, Bang-i-Dara, Bal-i-Jibril, Zarb-i Kalim dan bagian dari Armughan-e-Hijaz merupakan karya Urdu-nya yang paling dikenal. Bersama puisi Urdu dan Persia-nya, berbagai kuliah dan surat dalam bahasa Urdu dan Bahasa Inggris-nya telah memberikan pengaruh yang sangat besar pada perselisihan budaya, sosial, religius dan politik selama bertahun-tahun. Pada 1922, ia diberi gelar bangsawan oleh Raja George V, dan memberinya titel "Sir".

Ketika mempelajari hukum dan filsafat di Inggris, Iqbal menjadi anggota "All India Muslim League" cabang London. Kemudian dalam salah satu ceramahnya yang paling terkenal, Iqbal mendorong pembentukan negara Muslim di Barat Daya India. Ceramah ini diutarakan pada ceramah kepresidenannya di Liga pada sesi Desember 1930. Saat itu ia memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Quid-i-Azam Mohammad Ali Jinnah.

Iqbal dikenal sebagai Shair-e-Mushriq (Urdu: شاعر مشرق) yang berarti "Penyair dari Timur". Ia juga disebut sebagai Muffakir-e-Pakistan ("The Inceptor of Pakistan") dan Hakeem-ul-Ummat ("The Sage of the Ummah"). Di Iran dan Afganistan ia terkenal sebagai Iqbāl-e Lāhorī (اقبال لاهوری‎ "Iqbal dari Lahore"), dan sangat dihargai atas karya-karya berbahasa Persia-nya. Pemerintah Pakistan menghargainya sebagai "penyair nasional", hingga hari ulang tahunnya (یوم ولادت محمد اقبال‎ – Yōm-e Welādat-e Muḥammad Iqbāl) merupakan hari libur di Pakistan.

Allamah Muhammad Allama Iqbal meninggal pada 21 April 1938 (umur 60) di Lahore, Punjab, British India.

sumber: 
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Iqbal
  • http://www.cyberistan.org/islamic/iqbal.htm