Home » » Biografi Sa’duddin Mahmud Syabistari

Biografi Sa’duddin Mahmud Syabistari

Sampul buku kumpulan puisi  Judul : Kebun Mawar Rahasia
Sa’duddin Mahmud Syabistari adalah seorang sufi, dan penulis. Dia menulis Gulshan-i-Raz, atau Kebun Mawar Rahasia, sebagai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh seorang doktor Sufi dari Herat bernama Dmir Syad Hosaini.

Sangat sedikit kisah tentang kehidupan Mahmud Syabistari, beberapa literatur menjelaskan bahwa Sa’duddin Mahmud Syabistari dilahirkan di Syabistar, dekat Tabriz, sekitar tahun 1250 M.

Sa’duddin Mahmud Syabistari menulis dua risalah lain tentang Sufisme di samping Gulshan-i-Raz yakni Haqqul Yaqin dan Risalai Shadid. Dia memiliki seorang murid kesayangan bernama Syekh Ibrahim. Gulshan-i-Raz diperkenalkan di Eropa oleh dua pelancong di tahun 1770. Selanjutnya, salinan-salinan puisinya ditemukan di beberapa perpustakaan Eropa. Pada tahun 1821 Dr. Tholuck, dari Berlin, menerbitkan nukilan-nukilannya, dan pada tahun 1825 sebuah terjemahan bahasa Jerman dari petikan puisi itu muncul dalam buku lain yang ditulisnya. Setelah itu sebuah terjemahan lirik dan teks Persia diterbitkan oleh Von Hammer Purgstall di Berlin dan Vienna. Gilshani Raz diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan diterbitkan, dengan teks Persia dan nukilan dari edisi Hammer dan catatan-catatan Lajihi, oleh Mr. Whinfield pada tahun 1880.


Pemikiran

Sa’duddin Mahmud Syabistari adalah sosok pemikir yang produktif dalam gelanggang cendekiawan muslim Indonesia. Sa’duddin Mahmud Syabistari tidak hanya mampu mensintesiskan di antara sekian banyak argumen yang bertentangan, tetapi juga lebih dari itu ia mampu melahirkan sebuah konsep cerdas dan akomodatif, sehingga sebuah konsep dapat menjadi sebuah jawaban atas permasalah yang dimunculkan.

Pemikiran Sa’duddin Mahmud Syabistari yang menarik terletak pada metodologi keilmuannya dalam menganalisis dan menyimpulkan suatu konsep, sehingga konsep tersebut terkesan menjadi sangat sederhana.

Pandangan Sa’duddin Mahmud pada Sang Hakikat adalah langsung dan distingtif, bukannya pandangan tak langsung yang menjadi penglihatan sebagian mistikus, dan dia mampu membedakan dengan tajam antara kekuatan-kekuatan Kebaikan dan Kejahatan yang saling bertikai. Sa’duddin Mahmud Syabistari lebih pada menawarkan konsep-konsep metodologis, seperti sejumlah pendekatan, metode-metode, tipologi-tipologi, dan paradigma-paradigma atau pola pikir-pola pikir, yang sebagiannya masih terkesan abstrak. Hal ini sangat logis karena latar belakang keilmuannya sangat kental dengan nuansa sufi.


Beberapa pilihan puisi Sa’duddin Mahmud Syabistari dalam Kebun Mawar Rahasia


Dua Jejak Perjalanan

Perjalanan para musafir adalah
dua langkah dan tidak lebih:
Satu langkah keluar menjauh
dari keakuan diri,
dan kedua menuju Kesatuan mistis
bersama Sahabat.


“Jauh” dan “Dekat”

Jika Dia memancarkan
Cahaya-Nya ke wajahmu,
kau menjadi dekat dengan-Nya
dan menjauh dari keakuanmu.
Karena berdekatan dengannya
berarti menjauh dari dirimu.

Keuntungan apa yang tersisa untukmu
dalam keadaanmu yang hampa itu?


Bayi dan Anak Muda

Seorang bayi kecil dalam ayunan
berdiam dekat ibunya,
tetapi ketika dia tumbuh besar
dia berjalan bersama ayahnya.
Jadi tetaplah bersama ibumu,
unsur-unsur duniawi,
sampai kau bergabung dengan Sang Ayah
di puncak tinggi sana.


Yang Hakiki dan Yang tak Hakiki

Imajinasi melahirkan bayang-bayang
yang tak memiliki wujud hakiki,
dunia ini pun tiada memiliki realitas sejati,
tetapi hadir sebagai panggung pertunjukan.

Semua khusyuk oleh Sang Mutlak
dalam maha kesempurnaanNya

Ada banyak angka, namun hanya
Satu yang terhitung


Manusia sempurna

Bukan sebagai warisan,
manusia sempurna hanyalah seorang budak
dan melakukan kerja budak
Hukum adalah hiasan luarnya,
namun hiasan dalamnya jalan spiritual.
Ia termasyur karena ilmu dan kebaktiannya,
tetapi ia jauh dari semua ini,
karena ia suntuk dalam
perenungan Sang Tunggal.
... Ketika ziarahnya sempurna
ia menerima mahkota Khalifah.


Tak ada Kebahagiaan Sempurna di Sini

Siapa yang kau lihat di seluruh semesta ini
siapa yang pernah mendapatkan
kesenangan tanpa penderitaan?
Siapa yang dalam meraih segala hasratnya,
tetap pada tingginya kesempurnaan?

Sumber: ard-cerdasnet