Home » » Profil Gita Dewi Mulyani - Wasit Cantik Asal Tasikmalaya

Profil Gita Dewi Mulyani - Wasit Cantik Asal Tasikmalaya

Gita Dewi Mulyani
Gita Dewi Mulyani adalah seorang perempuan asal Tasikmalaya yang kini berprofesi sebagai wasit sepak bola. Wanita berwajah cantik ini tengah ramai dibicarakan  di media sosial.

Sosok cantiknya sedang hangat dibicarakan para netizen di media sosial karena sosoknya yang berprofesi sebagai seorang wasit sepakbola yang biasanya adalah pria. Hingga artikel ini dibuat, akun Instagram @gitadewimulyani sudah memiliki 28.7k followers dan 262 following.

Dilansir dari Galamedianews, alasannya menjadi wasit adalah karena dirinya menyukai salah satu klub sepak bola, yakni Persib.

Gendernya yang merupakan seorang wanita membuatnya tidak mungkin untuk mendaftar dan menjadi pemain Persib, maka cara lainnya adalah ia menjadi wasit untuk menunjukkan betapa besar kecintaannya pada tim sepakbola tersebut. Gita sendiri juga berharap kalau ia bisa menjadi wasit di uji coba Persib nanti.

Meskipun sempat mendapat beberapa ejekan dari temannya tapi ia tetap teguh pada pendiriannya untuk bisa menjadi wasit Loopers. Dia juga selalu optimis dengan apa yang selalu ia cita-citakan dan menikmati proses yang ada.


Awal karir

Gita Dewi Mulyani
Dikutip dari JawaPos.com, awal masuk wasit pertamanya, Gita ikut latihan  di UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) PS UPI. Sampai pada Januari 2015 ada penataran wasit futsal level 3, dan ia ikut penataran tersebut.

Sebelum menjadi wasit sepak bola, awalnya dia merupakan wasit futsal. Pada september 2015 ia mengikuti penataran wasit sepak bola c3.  Dari situlah ia mulai menekuni profesi wasit sampai sekarang.

Untuk lisensi sebagai wasit sendiri, paras cantik lulusan FPOK Universitas Pendidikan Indonesia ini menyebutkan sudah berada di level 2 untuk futsal. Sementara itu untuk sepakbola berada di level C2.

Pemilik akun Twitter @gita_dewi95 ini pernah menjadi wasit dalam Festival Sepakbola Galamedia Cup 1/2017 KU 9-11 tahun yang digelar di Stadion Persib, Jln Ahmad Yani, Bandung, (6/5/2017).