Home » » Kisah Nabi Ishaq 'alaihis salam

Kisah Nabi Ishaq 'alaihis salam

Artikel "Kisah Nabi Ishaq 'alaihis salam" adalah bagian dari seri "Kisah 25 Nabi dan Rasul Islam"
kaligrafi arab yang bermakna Ishaq
Ishaq ( Arab: إِسْحَاقَ, ʾIsḥāq) (sekitar 1761 SM - 1638 SM) adalah putra kedua Nabi Ibrahim setelah Ismail yang beribu Sarah dan merupakan orang tua dari Nabi Yaqub. Genealogi: Ishaq bin Ibrahim bin Azar bin Nahur bin Suruj bin Ra'u bin Falij bin 'Abir bin Syalih bin Arfakhsyad bin Syam bin Nuh.

Al Qur’anul karim tidak menyebuttkan secara panjang lebar kisah Nabi Ishaq 'alaihis salam, demikian pula kepada kaum mana Nabi Ishaq 'alaihis salam diutus. Namun Allah memuji Nabi Ishaq as di beberapa tempat dalam al-qur'an, antara lain sebagai berikut :

dan ingatlah hamba-hamba kami : Ibrahim, Ishaq, dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan perbuatan yang besar dan ilmu ilmu yang tinggi. Sesungguhnya kami telah mensucikan mereka dengan (menganugrahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. Dan sesungguhnya mereka pada sisi kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik (QS Shaad 38 : 45 – 47)

Sementara itu dalam sabdanya, Nabi Muhammad saw juga memuji Nabi Ishaq as. : “yang mulia putera yang mulia, putera yang mulia dan putera yang mulia adalah Yusuf putera Ya’qub, putera Ishaq, putera Ibrahim (Hr. Bukhari dan muslim)

Kelahiran

Setelah dikaruniai anak dari siti hajar (Nabi Ismail as) oleh Allah SWT, Nabi Ibrahim berdoa memohon kepada Allah Yang Maha Kuasa agar dikaruniai anak dari istri pertamanya yang bernama Siti Sarah. Allah pun mendengar dan mengabulkan doa Nabi Ibrahim tersebut, kemudian mengutus malaikat dalam wujud manusia untuk menyampaikan kembar gembira kepada Nabi Ibrahim bahwa akan lahir seorang anak dari istri pertamanya yaitu Siti Sarah. Selain kabar itu, malaikat juga memberitahu bahwa mereka juga akan pergi mendatangi kaum Nabi Luth  untuk menajtuhkan azab kepada kaum yang sesat dan kembali kepada jalan Allah. kisah ini tercantum dalam Al-Qur'an berikut ini:

Tatkala malaikat utusan kami singgah di kediaman Ibrahim membawa berita gembira, mereka berkata: 'Kami akan memusnahkan penduduk S0d0me ini, karena mereka orang-orang zalim" (Al Qur'an surat Al 'ankabuut ayat 31)

Dalam surat di atas terdapat kata "berita gembira", maksudnya bertita baik tentang kelahiran Ishak. selengkapnya dapat dilihat dalam Surat Hud  berkut ini:

Dan para utusan malaikat Kami telah datang kepada Ibrahim membawa berita gembira. Mereka mengucapkan "Selamat." Ibrahim menyambut: "Selamat." Tak lama kemudian Ibrahimpun segera menghidangkan panggang anak sapi. (Al Qur'an surat Hud ayat 69)

Setelah Ibrahim melihat tangan mereka tidak menjamah hidangan itu, ia mulai curiga dan merasa takut terhadap mereka. Kata mereka: "Jangan takut! sebenarnya kami ini diutus kepada kaum Luth." (Al Qur'an surat Hud ayat 70)

Sementara itu isterinya berdiri di sampingnya. ia mulai tersenyum karena takutnya telah hilang. maka kami sampaikanlah berita gembira yang beruntun, yakni kelahiran Ishaq dan lahir pula Ya'qub.  (Al Qur'an surat Hud, ayat 71)

Isteri Nabi Ibrahim, yakni Siti Sarah bingung bagaimana mungkin ia akan melahirkan, padahal ia merupakan wanita yang telah tua, saat itu usianya telah mencapai 90 tahun. Sementara itu suaminya juga telah berusia lanjut. Hal tersebut juga tertulis dalam Al Qur an yang berbunyi sebagai berikut:

Istrinya berkata : “Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamiku pun dalam keadaan yang sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh” (Al Qur'an surat Hud, ayat 72)

Maka malaikat mengatakan bahwa hal tersebut merupakan karunia dari Allah:

"Para malaikat itu berkata: "Mengapa engkau heran karena urusan Allah? itu adalah rahmat Allah dan restu-Nya yang dianugerahkan kepadamu sekeluarga. Sesungguhnya Allah itu Maha Terpuji dan Maha Pemurah." (Al Qur'an surat Hud, ayat 73)

Setelah Nabi Ishak as menyelesaikan tugasnya sebagai Nabi dan rasul utusan Allah, ia meninggal dunia pada usia 180 tahun dan dimakamkan di Jirun, yang saat ini menjadi kota yang bernama  Madinah.