Home » , » Biografi Lao Tse - Filsuf dan Penyair dari Cina Kuno

Biografi Lao Tse - Filsuf dan Penyair dari Cina Kuno

 Lao Tse
Lao Tse atau Laozi (juga dieja Lao Tzu-;, Lao-tze) adalah seorang filsuf dan penyair dari Cina kuno. Ia terkenal sebagai penulis dari Tao Te Ching dan pendiri filsafat Taoisme, tetapi ia juga dipuja sebagai dewa dalam agamaTaoisme dan agama tradisional Cina.

Meskipun tokoh legendaris ini berasal sekitar abad ke-6 SM, tetapi beberapa sejarawan berpendapat bahwa dia benar-benar tinggal selama periode Warring States dari 5 atau abad ke-4 SM.

Seorang tokoh sentral dalam budaya Cina, Laozi diklaim oleh kedua kaisar dari dinasti Tang dan commonfolk modern dari keluarga Li sebagai pendiri garis keturunan mereka. Sepanjang sejarah, karya Laozi telah dianut oleh berbagai anti gerakan otoriter.

Nama

Dalam rekening tradisional, Laozi nama pribadi biasanya diberikan sebagai Li Er ( 李 耳 , Old * Rə ' Nə ', Mod. Lǐ ER) dan namanya courtesy sebagai Boyang ( trad. 伯 阳 , simp. 伯 阳 , Old * P ʕrak -lang, Mod. Boyang). Yang menonjol nama anumerta adalah Li Dan ( 李 聃 , Lǐ Dan).

Laozi sendiri merupakan gelar kehormatan : 老 ( Old * r ʕu ' , "tua, terhormat" dan 子 (Old * tsə ' , "master"). Hal ini biasanya diucapkan / ˌ l aʊ d z ʌ / dalam bahasa Inggris. Telah diromanisasi berbagai cara, kadang-kadang menyebabkan kebingungan.

Bentuknya yang sekarang yang paling umum adalah Laozi atau Lǎozǐ, berdasarkan Hanyu Pinyin sistem yang dianut oleh China Daratan pada tahun 1958 dan Taiwan pada tahun 2009. Selama abad ke-20, Lao-tzu lebih umum, didasarkan pada sebelumnya lazim Wade-Giles sistem. Pada abad ke-19, gelar itu biasanya diromanisasi sebagai Lao-tse. Bentuk lain termasuk varian Lao-tze dan Lao-tsu danLatinate Laocius.

Dari beribu-ribu judul buku yang pernah ditulis di Cina, mungkin yang paling banyak diterjemahkan dan dibaca di luar negeri itu adalah sebuah buku ditulis lebih dari 2000 tahun yang lalu, terkenal dengan nama Lao Tse atau Tao Te Ching. Buku Tao Te Ching ini atau "Cara lama dan Kekuatannya" adalah naskah utama di mana filosofi Taoisme diperinci.

Buku ini ditulis dalam gaya khas yang luar biasa dan mampu menyuguhkan berbagai penafsiran. Ide sentralnya berkaitan dengan masalah Tao yang lazim diterjemahkan dengan "Jalan" atau "Jalur." Tetapi, konsepnya agak kabur, karena buku Tao Te Ching sendiri dimulai dengan kalimat: "Tao yang akan dijelaskan bukanlah Tao yang abadi; nama yang disebut di sini bukanlah nama yang abadi." Tetapi, dapatlah kita katakan bahwa Tao berarti secara kasarnya "Alam" atau "Hukum Alam."

Filosofi Taoisme

Taoisme beranggapan bahwa individu jangan bergulat melawan Tao melainkan harus tunduk menghambakan diri dan bekerja bersamanya. (Seorang Taoist dapat menunjuk contoh air yang lembutnya tak terbatas, yang mengalir tanpa protes menuju daratan rendah dan yang tak melawan kekuatan selemah apa pun, tak terhancurkan, tetapi karang yang sekokoh apa pun bisa luluh pada akhirnya).

Untuk seorang pribadi manusia, kesederhanaan dan kewajaran merupakan hal jadi anjuran. Kekerasan harus dijauhi, seperti juga halnya bergulat untuk uang dan prestise. Orang tidak boleh bernafsu mengubah dunia, melainkan harus menghormatinya. Bagi pemerintahan, langkah yang dianggap bijak adalah berbuat tidak begitu aktif, banyak mengatur ini melarang itu. Apalagi, aturan dan batasan sudah kelewat banyak. Karena itu menambah lagi undang-undang, atau memperkeras ketentuan-ketentuan lama yang sudah ada, hanya mengakibatkan keadaan tambah buruk. Pajak yang tinggi, rencana-rencana pemerintah yang terlalu ambisius, menggalakkan perang, kesemuanya ini berlawanan dengan filosofi Taoisme.

Sengketa pendapat 

Menurut tradisi Cina, penulis Tao Te Ching adalah seorang bernama Lao Tse yang katanya sejaman tetapi lebih tua dari Kong Hu-Cu. Tetapi, Kong Hu-Cu hidup di abad ke-6 SM. Dan keduanya --baik dari sudut gaya maupun isi tulisan-- hanya sedikit ilmuwan masa kini percaya bahwa Tao Te Ching ditulis pada masa begitu dini. Ada beda pendapat tentang waktu yang sesungguhnya penyusunan buku itu. (Tao Te Ching sendiri tak pernah menyebut nama orang tertentu, tidak juga tempat, tanggal, atau kejadian-kejadian historis). Tetapi, tahun 320 SM merupakan perkiraan yang pantas dalam waktu delapan puluh tahun dari waktu yang sesungguhnya, dan mungkin lebih dekat lagi.

Masalah ini membuat suatu sengketa pendapat tajam mengenai waktu bahkan menyangkut adanya Lao Tse sendiri. Sementara pihak yang berwenang percaya tradisi bahwa Lao Tse hidup di abad ke-6 SM, oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa dia tidaklah menulis Tao Te Ching. Sarjana-sarjana lain menganggap orang itu tak lebih dari tokoh dongeng belaka.

Karena soal ada atau tidaknya di dunia ini manusia yang namanya Lao Tse itu masih jadi pertanyaan, selayaknya kita pun meragukan detail-detail biografinya. Tetapi, ada sumber yang patut dihargai dalam bentuk pernyataan sebagai berikut: Lao Tse dilahirkan dan hidup di Cina bagian utara. Sebagian dari masa hidupnya, dia menjadi ahli sejarah atau seorang pembimbing bagian arsip pemerintahan, besar kemungkinan di kota Loyang, ibukota kerajaan dinasti Chou. Lao Tse bukanlah namanya yang sesungguhnya, melainkan sekedar panggilan kehormatan yang secara kasarnya berarti "sesepuh." Dia beristri dan punya putera bernama Tsung. Tsung ini kemudian menjadi jendral di negeri Wei.

Meskipun Taoisme bermula dari falsafah sekuler, tetapi semacam gerakan keagamaan berkembang dari sana. Tetapi, karena Taoisme sebagai sebuah filosofi melanjut atas dasar khususnya gagasan yang tertuang dalam buku Tao Te Ching, "Agama Taoist" ini segera diliputi dengan kepercayaan dan cara ibadah yang penuh takhyul yang sedikit sekali kaitannya dengan ajaran Taoisme.

Berpegang pada dugaan bahwa Lao Tse adalah penulis sesungguhnya buku Tao Te Ching, pengaruhnya betul-betul luas. Buku itu amat ringkas (isinya kurang dari 6000 huruf Cina, tetapi dia berisi banyak buah pikiran yang mendalam. Seluruh barisan filosof Taoisme berpegang pada buku ini selaku pangkal tolak dari ide-idenya sendiri.

Di Barat, Tao Te Ching jauh lebih populer dibanding tulisan-tulisan Kong Hu-Cu atau filosof Kong Hu-Cu yang mana pun. Sedangkan di Cina, faham Kong Hu-Cu umumnya merupakan falsafah anutan yang dominan.

Sumber: 
Wikipedia
Pustaka online media ISNET