Home » , » Profil Maha Abou Susheh, Konsul Kehormatan RI di Palestina

Profil Maha Abou Susheh, Konsul Kehormatan RI di Palestina

Maha Abu Susheh
Maha Abu Shusheh (Facebook)
Maha Abu Shusheh adalah konsulat kehormatan Indonesia di Ramallah, Palestina. Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi melantik Konsul Kehormatan Republik Indonesia untuk Palestina di KBRI Ibu Kota Amman, Yordania pada hari Minggu (13/3) sore waktu setempat.

Perempuan kelahiran 1962 ini tumbuh dalam keluarga yang berkecukupan yang tinggal di Tepi Barat, Palestina. Ia diketahui hobi mengkoleksi keramik kuno dan enggan pergi keluar negeri dengan karena tidak menyukai prosedur keamanan yang berbelit di Tepi Barat.

Ia menghabiskan sebagian besar usia dewasanya di dunia bisnis dengan bekerja di perusahaan konstruksi jalan raya milik ayahnya. Pada 1990-an dia dan suaminya mewarisi dan mengembangkan bisnis keluarganya. Bersama Oslo Accord dia membuka pintu bagi Palestina untuk mengimpor dan mengekspor barang-barang sendiri. Ia pun menjadi distributor Peugeot di Ramallah sejak 1996.

Kehadiran Konsul Kehormatan diharap bisa memperlancar proses penyaluran bantuan sosial dari masyarakat RI terhadap rakyat Palestina. Selama ini Indonesia sudah membantu mendirikan rumah sakit, ambulans, penyiapan sarana air bersih, memasang solar cell, hingga mendirikan pusat bedah jantung di Jalur Gaza.

Konhor turut diharap mendorong peningkatan hubungan dagang kedua negara. Penunjukan konsul kehormatan merupakan bukti dukungan Indonesia terhadap Palestina. Konsul kehormatan ini nantinya juga akan merepresentasikan Indonesia di Ramallah, serta mendorong hubungan ekonomi dan sosial antara masyarakat Indonesia dan Palestina.

Selain itu, penunjukan konsul kehormatan juga dimaksudkan untuk membantu perlindungan warga negara Indonesia di Palestina.


Jabatan dan karir Maha Abu Shusheh:
  1. Ketua Bisnis Forum Wanita Palestina.
  2. Manajer di perusahaan kontraktor milik keluargnya Abu-Shusheh Contracting Co. sejak 1988.
  3. Agen tunggal mobil pabrikan Perancis Peugeot di Palestina (bisnis keluarga).
  4. Tahun 2006 masuk 50 besar orang yang berpengaruh di Arab berdasarkan Forbes Arabia. Ia adalah wanita satu-satunya dari tepi barat dan Gaza yang masuk daftar tersebut.
Sumber: